Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Basuki: Izin Pasang Alat Modifikasi Cuaca Keluar dalam Sepekan

Written By bopuluh on Selasa, 15 Januari 2013 | 21.55

Basuki: Izin Pasang Alat Modifikasi Cuaca Keluar dalam Sepekan

Penulis : Indra Akuntono | Rabu, 16 Januari 2013 | 12:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat antusias dengan rencana memasang alat modifikasi cuaca. Antisipasi pada curah hujan yang tinggi dapat dilakukan lebih cepat karena alat tersebut mampu mendeteksi curah hujan di seluruh wilayah Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat ini tengah memantapkan kajian terkait efektivitas penggunaan alat milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tersebut. Namun, izin pemasangan alat itu dipastikan bakal segera keluar pada pekan depan.

"Yang penting kita link-kan data-datanya. Pemasangan radar itu kira-kira seminggu izinnya keluar," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (16/1/2013).

Berdasarkan kajian yang dilakukan BPPT, lokasi paling tepat untuk pemasangan alat modifikasi cuaca adalah di sekitar area Monumen Nasional (Monas). Untuk itu, BPPT tengah meminta izin kepada Pemprov DKI Jakarta untuk segera memasang alat yang bisa dipasang berpindah-pindah itu.

Usulan BPPT memasang alat modifikasi cuaca di Jakarta muncul dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Usulan tersebut didasari oleh prediksi akan adanya peningkatan curah hujan di Jakarta dan sekitarnya pada Januari-Februari 2013.

Alat tersebut bekerja sebagai radar yang mampu "mengendus" potensi hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Setelah diketahui adanya potensi hujan tinggi, BPPT akan segera melakukan stimulasi dengan teknik liquid, flare, atau powder guna memecah hujan tersebut. Hujan dengan intensitas tinggi akan diturunkan di laut, atau di balik gunung. Tetapi kalau awan hitamnya sudah masuk ke Jakarta, maka awannya akan dipecah supaya tidak turun di satu titik.


21.55 | 0 komentar | Read More

Seorang Remaja Hanyut di Sungai Cikeas

Banjir

Seorang Remaja Hanyut di Sungai Cikeas

Penulis : Ambrosius Harto Manumoyoso | Rabu, 16 Januari 2013 | 12:46 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Hingga Rabu (16/1/2013), seorang remaja bernama Yuliana (17), yang hanyut di Sungai Cikeas, di Villa Nusa Indah, Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, belum ditemukan. Yuliana hanyut pada Selasa siang saat mandi di Sungai Cikeas yang meluap.

Pencarian sampai Rabu siang oleh tim SAR terpadu yang menyusuri Sungai Cikeas, yang membatasi wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor, dan Jatiasih, Kota Bekasi, belum membuahkan hasil.

Joko dari Humas Badan SAR Nasional mengatakan, tim SAR terpadu terdiri atas unsur Basarnas, Polri, dan TNI di Gunung Putri, BPBD Kabupaten Bogor, serta warga Villa Nusa Indah 1. "Pencarian dilakukan sejak Selasa malam," ujarnya.

Pencarian akan dilanjutkan sampai Yuliana yang tinggal di yayasan untuk anak yatim piatu di Villa Nusa Indah 1 itu ditemukan.


21.55 | 0 komentar | Read More

Seloroh Jennifer Lawrence di Panggung Golden Globe

Written By bopuluh on Minggu, 13 Januari 2013 | 21.55

LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Sebagian besar aktris tidak akan berani membandingkan dirinya dengan Meryl Streep. Tapi saat Jennifer Lawrence didaulat sebagai Aktris Terbaik di Golden Globe 2013, dia tidak segan-segan mengucapkan lelucon bahwa dia mengalahkan sang aktris terkemuka.

"Apa tulisannya? 'Saya mengalahkan Meryl'," seloroh Lawrence (22) saat membaca tulisan di piala Globe untuk aktingnya di Silver Linings Playbook, seperti dikutip dari laman People.

Namun komentar bintang dalam The Hunger Games itu tidak bermaksud buruk.

"Saya mengalahkan Meryl (I beat Meryl)" sebenarnya diambil dari cuplikan adegan  The First Wives Club, film yang dibintangi Goldie Hawn, Diane Keaton, dan Bette Midler pada 1996.

Pada film itu, Brenda (Midler) berkata pada rekannya sesama aktris Elise (Hawn), "Jika kamu sudah jadi aktris hebat, kamu akan dapat Oscar sebagai buktinya."

Saat Brenda mengangkat Oscar, dia membaca tulisannya keras-keras, "'I beat Meryl.' Itu yang tertera."

Lawrence juga menyelipkan beberapa kata sambutan yang nyentrik usai menerima pialanya.
"Harvey (Weinstein), terima kasih untuk membunuh siapa pun orang yang harus dibunuh demi membawa saya kemari hari ini," kata dia disambut tawa penonton.

"Saya ingin berterima kasih pada kakak-kakak lelaki saya, Ben dan Blaine. Saya tidak akan jadi saya sekarang tanpa kalian berbuat jahil pada saya tapi kalian tetap selalu mendukung dan mencintai saya."


21.55 | 0 komentar | Read More

Kakek 60 Tahun 10 Kali Setubuhi Bocah Lima Tahun

Asusila

Kakek 60 Tahun 10 Kali Setubuhi Bocah Lima Tahun

Penulis : Antony Lee | Senin, 14 Januari 2013 | 12:48 WIB

BOGOR, KOMPAS.com- Oy (66), warga Desa Wates Jaya, Cigombong, Kabupaten Bogor, tega menyetubuhi A (5), putri tetangganya. Oy akhirnya diringkus personel Kepolisian Resor Bogor saat melarikan diri ke rumah anaknya di Pandeglang, Banten.

"Pelaku berhasil diamankan petugas kami kemarin setelah penyelidikan selama sepekan. Dari pengembangan, pelaku sudah 10 kali melakukan perbuatan tercela itu kepada korban," kata Kepala Polres Bogor Ajun Komisaris Besar Asep Safrudin di Cibinong, Senin (14/1/2013).

Menurut dia, pelaku mendekati korban dengan memberi permen, lalu memanggilnya beberapa kali ke rumahnya yang kosong. Setelah pelaku dan korban cukup dekat, ia lalu meminta korban menginjak-injak badannya sambil memijit pelaku. Pelaku menyetubuhi korban. Setelah itu, pelaku memberi uang Rp 3.000-Rp 5.000 kepada korban.

"Korban saat ini masih trauma, sementara pelaku kami jerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun," kata Asep Safrudin.

Editor :

Marcus Suprihadi


21.55 | 0 komentar | Read More

Jalan Tergenang, Penumpang Transjakarta Menumpuk di Daan Mogot

Written By bopuluh on Sabtu, 12 Januari 2013 | 21.55

Jalan Tergenang, Penumpang Transjakarta Menumpuk di Daan Mogot

Penulis : Alfiyyatur Rohmah | Minggu, 13 Januari 2013 | 12:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Antrean calon penumpang bus transjakarta menuju Kalideres, Jakarta Barat, mengalami penumpukan. Hal ini disebabkan genangan air di depan kantor Dinas Pendapatan Daerah DKI Jakarta, Jalan Daan Mogot, yang membuat bus sulit melintas.

"Karena banjir di Dispenda, jadi mobil transjakarta-nya membutuhkan waktu lama untuk putar balik," kata Syam Iwan, petugas di Shelter Grogol 2, Minggu (13/1/2013).

Iwan mengatakan, air mulai menggenang setelah hujan turun pagi tadi dan membuat mobil kecil sulit melintas di jalan tersebut. Mobil-mobil kecil itu harus berputar arah dalam satu jalur sehingga menimbulkan kemacetan.

Kepadatan calon penumpang Transjakarta di Shelter Grogol 2 berasal dari penumpang transit dari arah Cawang. Kepadatan penumpang ini mulai terjadi sejak pukul 10.00 WIB. Tak hanya di Shelter Grogol 2, di Shelter Juanda Koridor 3 Kalideres-Harmoni juga terjadi kelangkaan bus transjakarta. Penumpukan penumpang tak dapat dihindari karena bus terhalang di area banjir.

Dalam pantauan Kompas.com, jalan di depan gedung Indosiar masih tergenang air setinggi lebih kurang 30 sentimeter. Beberapa kendaraan memaksakan diri untuk menerobos genangan air. Di jalan tersebut hanya busway yang tidak tergenang air. Selain di Indosiar, genangan air juga terlihat di Jembatan Gantung, Cengkareng. Kemacetan lalu lintas terjadi akibat genangan tersebut.


21.55 | 0 komentar | Read More

Psst... Narsis Ternyata Bikin Stres!

Psst... Narsis Ternyata Bikin Stres!

KOMPAS.com - Tak bisa disangkal, berfoto merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan. Apalagi kalau berhasil mengabadikan foto diri yang terlihat cantik dan manis. Kita pun tak bisa berhenti berdecak kagum sambil mematut diri di depan cermin.

Mencintai dan mengagumi diri (narsis) sendiri memang tidaklah salah. Hanya saja, pemujaan berlebihan terhadap diri sendiri bisa berbahaya bagi kesehatan. Fakta ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Michigan.

"Melalui penelitian terhadap 106 mahasiswa, kami mendapat hasil bahwa orang-orang yang dikategorikan narsis memiliki hormon kortisol lebih tinggi daripada yang lainnya," papar Sara Konrath, PhD, asisten profesor dari University's of Michigan Research Center for Group Dynamics.

Hormon kortisol yang terlalu tinggi akan meningkatkan kadar stres yang akhirnya mendorong timbulnya penyakit kronis seperti jantung dan stroke. Selain itu, Konrath menambahkan, media sosial yang berkembang sekarang ini turut menjadi sumber pendorong seseorang menjadi sangat narsis. Media sosial membuat manusia merasa hidup di dunianya sendiri dan akhirnya jauh dari interaksi sosial.

Hmm, jadi seberapa narsiskah kita?

(Prevention Indonesia Online/Deasy Siallagan/Grace Natali)

Editor :

Dini


21.55 | 0 komentar | Read More

Axis Manfaatkan Facebook untuk Pengaduan Layanan

Written By bopuluh on Jumat, 11 Januari 2013 | 21.55

JAKARTA, KOMPAS.com - Operator seluler Axis memanfaatkan aplikasi Facebook untuk layanan pelanggan (customer service). Aplikasi di Facebook itu diberi nama Ask Axis, yang diklaim akan melayani selama 24 jam.

Fitur baru ini memungkinkan pelanggan untuk menyampaikan pertanyaan atau pengaduan gangguan pada layanan seluler dan internet Axis.

"Merupakan tanggung jawab kami untuk terus meningkatkan fasilitas layanan pelanggan, untuk memastikan pelanggan dapat dengan mudah terhubung dengan kami, kapan pun dan di mana pun." ujar Daniel Horan, Chief Marketing Officer Axis dalam siaran pers yang diterima KompasTekno, Sabtu (12/1/2013).

Untuk menggunakan layanan ini, pengguna terlebih dahulu harus melakukan "Like" halaman Facebook Ask Axis.

Tersedia kategori layanan mulai dari trafik, produk, layanan internet, jaringan, dan lainnya. Setelah itu mulailah mengisi kolom judul dan kolom untuk menyampaikan pertanyaan maupun pengaduan. Setelah itu, pelanggan diharuskan untuk mengisi data pribadi seperti nama, nomor identitas, email, dan nomor telepon


21.55 | 0 komentar | Read More

Nilmaizar Bersyukur Pelatnas Diadakan di Medan

MEDAN, KOMPAS.com - Pemusatan latihan tim nasional Indonesia yang digelar di Stadion Mini Universitas Sumatra Utara (USU) ternyata tak menjadi masalah bagi Pelatih Nilmaizar, meski kualitas lapangan bisa dibilang di bawah standar. Bagi Nilmaizar, yang penting saat ini adalah bagaimana para pemainnya bisa berlatih dan fokus dalam persiapan menghadapi Irak di laga pertama kualifikasi Piala Asia Australia 2015.

Nilmaizar malah berterima kasih kepada USU dan masyarakat Medan yang sudah mendukung timnas selama menjalani pemusatan latihan. "Soal lapangan berlatih di Stadion Mini USU? Saya tidak mau mengeluhkan kondisinya, kami akan maksimalkan saja semua yang disediakan," ujar Nil saat dihubungi, Sabtu (12/01/2013).

"Tak masalah tempatnya di mana. Yang penting saat ini para pemain bisa berlatih dan kita bisa melakukan persiapan dengan fokus untuk menghadapi Irak," lanjutnya. "Kami tidak mau banyak mengeluh, syukuri saja apa yang ada. Justru, saya berterima kasih kepada semua pihak termasuk jajaran petinggi USU. Tidak lupa saya berterima kasih kepada masyarakat di sini yang telah menerima kami dengan baik dan selalu mendukung kami," pungkas Nilmaizar.


21.55 | 0 komentar | Read More

Selain Menpora, Presiden Umumkan 2 Posisi Lain

Written By bopuluh on Kamis, 10 Januari 2013 | 21.55

Selain Menpora, Presiden Umumkan 2 Posisi Lain

Penulis : Sandro Gatra | Jumat, 11 Januari 2013 | 12:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengumumkan Menteri Pemuda dan Olahraga yang baru di Istana Negara, Jakarta, Jumat (11/1/2013) pukul 14.00 WIB. Hal itu katakan Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha.

Julian mengatakan, selain posisi Menpora, Presiden juga akan mengumumkan pemimpin untuk dua pos lain. Namun, dia tak mau menyebut pos apa saja yang dimaksud.

"Nantilah. Menariknya di situ. Nanti ada penjelasan Bapak Presiden," kata Julian.

Seperti diberitakan, politisi Partai Demokrat Roy Suryo mengaku sudah ditunjuk Presiden untuk mengisi jabatan Menpora. Dia mengaku sudah menyerahkan daftar riwayat hidup, melakukan cek kesehatan di RSPD Gatot Subroto Jakarta.

Proses seleksi itu dimulai sejak pekan lalu. Terakhir, Roy mengaku menjalani uji kepatutan dan kelayakan oleh Presiden pagi tadi. Ikut hadir dalam uji kepatutan dan kelayakan itu Wakil Presiden Boediono, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.

Sebelumnya, Andi Mallarangeng mundur sebagai Menpora setelah terjerat kasus dugaan korupsi proyek Hambalang pada Desember 2012. Setelah itu, jabatan Menpora dipegang oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono.

Ikuti juga berita terkait dalam topik:
Roy Suryo Menpora Baru


21.55 | 0 komentar | Read More

Petugas Lapas Kerobokan Jalani Tes Narkoba

Petugas Lapas Kerobokan Jalani Tes Narkoba

Penulis : Kontributor Denpasar, Muhammad Hasanudin | Jumat, 11 Januari 2013 | 12:48 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Petugas Lapas Kerobokan termasuk Kepala Lapas Gusti Ngurah Wiratna, Jumat (11/1/2012) pagi tadi menjalani tes narkoba.

Berbeda dengan tes narkoba pada umumnya yang menggunakan sampel urine, tes narkoba di Lapas Kerobokan ini menggunakan alat canggih Agilent Tecnology GC System dengan mengambil sampel rambut. Alat ini memiliki kelebihan mampu mendeteksi segala macam obat-obatan termasuk narkoba yang masuk ke dalam tubuh dalam kurun waktu 3-6 bulan terakhir.

Tes narkoba ini adalah permulaan untuk memberantas segala penyalahgunaan narkoba di dalam lapas. "Akan didahulukan petugas sebagai contoh, selanjutnya kita akan ambil sampel dari napi," ujar Kalapas Kerobokan Gusti Ngurah Wiratna usai melakukan tes narkoba.

Sejauh ini belum ditemukan petugas yang positif menggunakan narkoba, namun menurut Wiratna tes ini tidak berhenti di sini  namun akan dilakukan secara berkala. Petugas yang terbukti positif menggunakan narkoba akan dijatuhi sanksi administratif hingga yang terberat dikenakan hukum pidana.


21.55 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger