Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Sejak Dibangun, Hotel Bintang 5 Ini Tak Pernah Ditiduri Tamu-tamunya....

Written By bopuluh on Sabtu, 06 Juli 2013 | 22.56

www.dailymail.co.uk

Sebanyak 247 kamar di Hotel Northern Crown ini tak pernah ditiduri tamu-tamunya. Koridor hotelnya, termasuk lobi utamanya, hanya diliputi kesunyian.

www.dailymail.co.uk

Hotel mewah ini sebetulnya dibangun sebagai hotel destinasi utama di St. Petersburg, tepat sejak konstruksinya mulai dibangun di Ibukota Rusia itu pada 1988.

www.dailymail.co.uk

Kini, meskipun telah melewati beberapa waktu untuk menunggu kepastian rekomendasi melanjutkan pembangunan hotel tersebut, hotel yang belum jadi itu menyisakan kesia-siaan dan hanya menunggu waktu untuk dibongkar.

www.dailymail.co.uk

Kini, meskipun telah melewati beberapa waktu untuk menunggu kepastian rekomendasi melanjutkan pembangunan hotel tersebut, hotel yang belum jadi itu menyisakan kesia-siaan dan hanya menunggu waktu untuk dibongkar.
KOMPAS.com - Musim liburan di hotel ini seharusnya sudah diramaikan oleh kesibukan
dan lalu lalang wisatawan yang berlibur atau pebisnis berkantong tebal. Bukan sebaliknya,  
hotel bintang lima ini kosong-melompong lama dan terbengkalai setelah proyek hotel menakjubkan ini dihentikan hampir dua dekade lamanya.

Sebanyak 247 kamar di Hotel Northern Crown ini tak pernah ditiduri tamu-tamunya. Koridor hotelnya, termasuk lobi utamanya, hanya diliputi kesunyian.

Hotel mewah ini sebetulnya dibangun sebagai hotel destinasi utama di St. Petersburg,
tepat sejak konstruksinya mulai dibangun di Ibukota Rusia itu pada 1988. Namun demikian,
pada 1995, di saat kondisi bangunan itu 90 persen selesai dibangun, para pekerja meletakkan
semua peralatan kerjanya. Hal itu menyusul bank yang membiayai pembangunan hotel
tersebut mengalami masalah keuangan serius.

Kini, meskipun telah melewati beberapa waktu untuk menunggu kepastian rekomendasi melanjutkan pembangunan hotel tersebut, hotel yang belum jadi itu menyisakan kesia-siaan dan hanya menunggu waktu untuk dibongkar.

Pembangunan hotel ini dimulai pada akhir tahun 1980 oleh perusahaan Monteksgroeksport, yang berbasis di Yugoslavia. Monteksgroeksport mendapatkan tugas membangun proyek itu langsung dari Pemerintah Soviet.  

Didapuk sebagai hotel bintang 5, Hotel Northern Crown berada di tepi Sungai Karpovki,
dengan luas lahanya 50.000 meter persegi. Hotel tersebut dibangun mewah dengan 5 restoran,
6 bar, gedung pertemuan, komplek olahraga, kolam renang, serta parkir bawah tanah.

Sejatinya,  Hotel Northern Crown memang akan menjadi hotel papan atas. Tak syak, hotel
itu menjadi hotel kelas satu yang sengaja dibangun di kota itu. Sayangnya, pada 1992, proyek megah ini diprivatisasi oleh St. Petersburg Bank.


22.56 | 0 komentar | Read More

Semalam di Baduy

KOMPAS.com - Ujung jembatan tak terlalu jauh di seberang sana. Bentangan besi penyangga warna kuning yang sangat simetris menciptakan kesan akan memasuki sebuah terowongan waktu. Di ujung sana mungkin belahan dunia lain atau satu titik lain di ruang waktu yang berbeda dari sini.

Imajinasi liar itu muncul berkelebat begitu saya sampai di ujung Jembatan Cipayeuh. Jembatan itu populer sebagai Jembatan Kuning karena seluruh rangka bajanya dicat kuning. Dibangun September 1986, jembatan yang melintas Sungai Cipayeuh di Desa Ciminyak, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten itu masih kokoh berdiri menjadi landmark pintu masuk ke perkampungan Baduy.

Sepi. Hanya terdengar gesekan daun padi yang tertiup angin. Persawahan di sekitar jembatan menghijau dan langit biru di atasnya diwarnai guratan awan tipis. Beberapa penduduk mencuci sepeda motor di sungai dekat jembatan. Saya minta tolong seseorang yang melintas untuk mengambil foto lalu melanjutkan perjalanan menuju Ciboleger, desa terakhir di batas perkampungan Baduy.

Karena dua orang teman batal pergi, seorang diri saja saya bersepeda ke Baduy yang gagasannya sudah lama timbul tenggelam dalam angan. Saya pilih jalur melewati Pamulang-Serpong-Rumpin-Lebakwangi-Jasinga-Cisimeut-Ciboleger. Biasanya saya main sepeda di kawasan Gunung Sindur, Ciseeng sampai Leuwiliang menyusuri punggungan sebelah timur Sungai Cisadane. Tapi kali ini saya pilih punggungan sebelah barat melalui Serpong-Rumpin yang sepertinya lebih tersembunyi dari keramaian. Saya mau mengintip dunia penambangan pasir dan batu di Sungai Cisadane.

Kamis (27/6/2013), tepat tengah hari bolong saya tinggalkan rumah yang nyaman di Kebayoran Lama. Dua bidadari kecil melepas dengan pelukan erat dan celoteh yang selalu membuat saya kangen mereka saat kami terpisah jarak.

Setelah melintasi jembatan Cisadane, jalan beton mulus hanya bertahan sampai Rumpin, tepatnya Desa Cicangkal. Selebihnya tidak ada lagi jalan, apalagi beton, yang tersisa hanya tanah kering, bebatuan, dan debu. Terguncang-guncang di atas sepeda besi Federal Mt Everest tahun 1995, saya harus lincah berseliweran disela truk-truk tronton pengangkut pasir dan bebatuan yang juga berjalan zigzag memilih jalan. Kerasnya dunia penambangan Cisadane mulai terasa.

Angin haluan menghadang, sesekali menerbangkan debu pasir yang pekat, berputar seperti puting beliung, membuat kayuhan terasa berat. Jalanan berkabut debu. Panas terik dan kering menyekat kerongkongan. Tapi tantangan ini tidaklah seberat kehidupan para pengangkut pasir ke atas truk yang disebut 'ganjur' atau batu koral yang disebut guracil (batunya).

Arya (25), warga Cipining yang sudah 10 tahun menjadi ganjur mengatakan, sebagian besar warga perkampungan di kawasan Rumpin menggantungkan hidupnya dari penambangan pasir dan batu. Sekali memuat pasir ke atas truk mereka diupah Rp 80.000, sedangkan kalau muatannya batu diupah Rp 100.000. "Sehari bisa memuat sampai enam truk kalau masih kuat. Biasanya rit berkurang sesuai umur," tuturnya sambil tersenyum.

Kenaikan harga bahan bakar minyak ikut mendongkrak harga material yang dikeruk dari daerah aliran sungai seperti pasir yang kini Rp 140.000 per kubik, bakal menjadi Rp 160.000-Rp 180.000 per kubik mulai tanggal 1 Juli. Lalu akankah para ganjur dan pengangkut guracil ikut menikmati kenaikan harga. "Itu mah tergantung bagaimana nanti rundingan sama tauke yang punya truk," tutur Arya, ayah dua anak.

Di sepanjang jalur Rumpin-Lebakwangi banyak dijumpai pangkalan penumpukan pasir dan batu. Mungkin lebih banyak daripada di punggungan timur Cisadane yang berbatasan langsung dengan kawasan permukiman di Pamulang, Ciputat, dan sekitarnya.

Lalu lalang truk tronton bermuatan material itu membuat jalan yang terakhir dibeton tahun 2007 (menurut seorang petugas Dishub yang saya jumpai) hilang. Kondisi jalan jauh lebih parah daripada punggungan timur.

Jutaan kubik pasir dan batu yang digali dari perbukitan di sepanjang aliran Cisadane menopang pembangunan di kota-kota sekitarnya. Para penambang juga merasakan rezeki yang menetes dari sumber daya alam tersebut. Namun di saat yang sama, akibat penambangan besar-besaran, kerusakan DAS Cisadane tak terelakkan. Di musim hujan, sungai ini makin sering mengamuk dengan mengirim banjir bandang seperti yang merenggut jiwa seorang teman yang juga Kepala Komunikasi BPPN, Raymond van Beekum, saat berarung jeram di sungai itu September 2003.

***

Hangat mentari sore jatuh di punggung saat saya tiba di Lebakwangi. Jalanan melandai turun-naik bukit. Masih ada 16 kilometer lagi melintasi perkebunan sawit dan hutan jati menuju desa Bunar. Saat itu sudah pukul 17.00, tapi saya putuskan maju terus sampai ke pertigaan menuju Jasinga. Entah sudah berapa kilometer saya berjalan karena cyclocomputer rusak. Perkiraan saya sudah sekitar 60 kilometer dari Jakarta.

Selepas desa Bunar, saya melintas di depan kantor polisi. Aha, kebetulan, saya pikir bisa istirahat di sana. Tapi ternyata petugas jaga menolak karena saya hanya membawa fotokopi KTP. Lelah, ngantuk, dan badan kotor berdebu, jengkel juga rasanya ditolak seperti itu. Bisa saja saya debat atau menghubungi teman-teman polisi Bogor, urusan pasti beres. Tapi itu tidak saya lakukan. Saya diam saja lalu pamit. Membiarkan diri menjadi 'Mr Nobody' itu membantu saya menahan diri.

Tapi ditolak polisi mengharuskan saya bergerak lagi menembus pekatnya malam di perkebunan sawit. Katanya kawasan itu rawan kejahatan, saya pasrah saja dan terus mengayuh. Sekitar lima kilometer berjalan, saya tiba di SPBU Desa Parung Sapi pukul 20.30. Keramahan petugas dan musala kecil SPBU itu cukuplah menjadi pelabuhan untuk meluruskan badan.

Tidur malam itu tak cukup nyenyak karena badan habis dikerubuti nyamuk. Baru pukul 03.00 saya bisa terlelap. Namun tidur singkat itu sudah cukup memulihkan badan untuk melanjutkan perjalanan. Segera saya benahi matras, sleeping bag, dan mengepaknya di sepeda. Pukul 6.30 saya tinggalkan SPBU Parung Sapi menyusuri aspal mulus ke arah Jasinga lalu berbelok kiri ke arah Haurgajrug.

Selepas Jasinga, jalan mulai mendaki menyusuri punggungan besar, terkadang turun ke lembah untuk berpindah punggungan. Puncak perbukitan menghijau di kejauhan. Langit biru cerah berlukiskan guratan awan putih tipis. Kesegaran pagi hari itu menambah semangat menekuni kontur bumi.

Haurgajrug terletak di dataran rendah yang dikelilingi perbukitan. Untuk mencapainya dan keluar dari sana pasti menghadapi tanjakan-tanjakan yang aduhai. Setidaknya dua atau tiga tanjakan sepanjang 1-2 kilometer membuat ban depan sepeda sampai terangkat-angkat, yaitu setelah Desa Cipanas dan menjelang masuk serta keluar dari Desa Muncang.

Lalu lalang kendaraan terhitung sedikit dengan interval 3-5 menit. Itupun kebanyakan yang lewat sepeda motor. Ada saatnya saya hanya ditemani nyanyian serangga hutan dan desau angin yang menyapu dedaunan. Di langit, lengkingan elang mengirim pesan soal keasrian hutan perbukitan di kawasan itu. Menyenangkan sekali bersepeda di kawasan ini.

Di simpang Cisimeut, saya berbelok kiri dan meluncur sepanjang tiga kilometer hingga sampai di Jembatan Kuning yang termasyhur dan menjadi pembuka cerita ini. Jembatan hanya bisa dilalui satu mobil dan hingga kini kondisinya masih terawat baik.

Tepat tengah hari saya sampai di puncak tanjakan Ciminyak dan berhenti untuk mendinginkan badan yang panas sekaligus memasak perbekalan. Saya sempatkan tiduran di tengah hutan, menikmati sejumput kemerdekaan. Sekitar satu jam berhenti, saya  lalu meluncur turun sampai di Desa Ciboleger, batas dunia luar dengan perkampungan Baduy.

Sepeda saya titipkan di sebuah warung di Terminal Ciboleger karena semua jenis kendaraan tidak boleh masuk perkampungan Baduy. Saya lalu menumpang di rumah Pak Sarip, warga asli Baduy yang tinggal di Kampung Kaduketug. Kebetulan ia tahu banyak dan bangga betul pada tradisi adat istiadat kaumnya. Siang itu mereka sedang gotong royong membangun imah Baduy (rumah Baduy) untuk seorang warga.

Rumah panggung Baduy dibangun 'melayang' dari tanah sekitar 30 cm atau sesuai kontur tanah. Kaki-kakinya beralaskan batu kali atau umpak sebagai pondasi. Ruangan beratapkan daun kirai (sejenis sagu) dan ijuk. Atap itu bisa bertahan delapan sampai sepuluh tahun jika bagian terluar dilapisi ijuk. Jika tidak, cukup empat-lima tahun karena ada sejenis ulat yang doyan melahap daun kirai kering. Biasanya tiap rumah terdiri dari beberapa kamar kecil dan satu ruangan besar yang jadi pusat kegiatan. Tidak ada jendela, tapi ruangan terasa adem karena celah-celah bambu. Hanya gelap tetap menghadirkan pengap di dalam kamar.

Di sela itu ngalor ngidul kami bercakap soal tradisi. Yang cukup menarik soal naluri dagang kaum tani Baduy.

"Perhitungan untung rugi selalu jadi pertimbangan dalam menggarap lahan tani. Walaupun tidak sekolah, orang Baduy selalu bisa memantau pasar, dari mulut ke mulut dan sekarang lewat pesbuk juga bisa," tutur Pak Sarip menggambarkan dekatnya mereka dengan internet.

Listrik memang tak boleh masuk, namun hp tetap bisa di-charge di Ciboleger. Rembesan budaya seperti itu terjadi di perbatasan, tapi sekarang sudah masuk ke perkampungan yang lebih jauh.

Gelap malam perlahan jatuh ke tanah. Lampu minyak mulai dinyalakan, menerangi  rumah berdinding dan lantai anyaman bambu. Dalam keremangan kami makan bersama dengan menu sederhana nasi, telur goreng, mi goreng, dan ikan asin. Para pengunjung ke Baduy yang menginap di rumah penduduk sebaiknya membawa bahan makanan, terutama lauk pauk agar bisa dimasak dan disantap bersama tuan rumah.

Pak Sarip cerita, luas lahan Baduy 5.138 ha terbagi menjadi hutan lindung dengan luasan sekitar 2.500 ha, sisanya hutan garapan dan permukiman warga yang berjumlah 62 kampung, termasuk tiga kampung Baduy Dalam.

Karena keterbatasan lahan, para saudagar Baduy kini memperluas lahan pertaniannya dengan membeli tanah di pinggiran kawasan seharga  Rp 10.000-Rp 15.000 per meter persegi (pinggir jalan) dan Rp 7.000-Rp 8.000 di pelosok hutan. Penguasaan lahan menjadi salah satu cara alami warga Baduy bertahan menghadapi masalah perkembangan penduduk dan keterbatasan lahan.

Sayup-sayup saya dengar alunan  gamelan yang terdengar magis ditengah keheningan malam. Rupanya sekelompok warga tengah berlatih di rumah jaro (kepala kampung). Saya segera bergabung kesana. Terkantuk-kantuk saya selesaikan catatan ini ditemani musik gambang kromong yang membuai. Entah apa lagunya, tapi enak didengar, mungkin judulnya 'Semalam di Baduy'.

***

Kokok ayam jago dibalik dinding membangunkan saya dari tidur nyenyak. Sedetik lupa saya ada dimana. Langit-langit dan lantai anyaman bambu yang berderak saat diinjak mengembalikan ingatan saya sedang di Baduy Luar. Nyanyian jangkrik dan katak membelah sunyi. Di luar masih gelap dan dingin. Saya kebelet kencing tapi tak ada jamban di rumah itu. Jadi saya harus keluar berjalan ke arah pancuran di lembah. Bulan sepotong semangka menerangi tanah remang-remang keperakan.

Repot memang. Tapi hal yang sederhana soal buang air itu ampuh menjaga tradisi turun temurun kedekatan kaum Baduy dengan sungai atau sumber air. Warga Baduy tidak membangun jamban atau wc di rumah. Mereka membuang kotoran, mandi, mencuci baju dan peralatan dapur di pancuran atau di sungai.

Alasannya, seperti diungkapkan Pak Sarip, sederhana saja. Kotoran harus dibuang jauh dari rumah dan jangan sampai mengotori lingkungan kampung atau tetangga.

"Kalau membangun jamban, kita harus buat saluran pembuangan. Kotoran itu malah mengotori kampung lain yang posisinya lebih rendah," tuturnya. Lagi pula kebiasaan mendatangi pancuran secara alami menjaga kedekatan mereka pada sungai. 'Gunung ulah dibelah, lebak ulah dirusak". Semboyan itu dipegang teguh dalam keseharian orang Baduy.

Namun aturan tidak membangun jamban itu mulai cair di Baduy Luar. Dengan datangnya wisatawan ke kampung-kampung, beberapa warga membangun jamban di belakang rumahnya. Saat hujan atau saluran pembuangan tersumbat kerap mendatangkan masalah tersendiri. Menurut Pak Sarip, kokolot kampung sudah sering mengingatkan. Tapi arus zaman sepertinya tak terbendung soal yang satu itu.

Anak-anak Baduy tidak bersekolah. Tapi mereka pandai baca-tulis dan berhitung. Adat mengharuskan kalau mau sekolah, mereka keluar dari kampung dan tidak kembali lagi sekalipun ikatan kekerabatan tetap terjaga.

"Kalau sudah sekolah, akan banyak nilai yang berbenturan sama adat. Lagi pula mereka sekolah cukup lama, sampai 12 tahun, setelah selesai mereka tidak bisa kembali karena tidak ada pekerjaan yang cocok di kampung. Selama sekolah, mereka jauh dari tanah, jadi tidak bisa tani lagi, lalu mau kerja apa di kampung," cerita Pak Sarip.

Itoh, anak tertua Pak Sarip mengatakan, anak-anak belajar membaca secara alami dari lingkungannya. Mereka belajar membaca bersama teman atau anggota keluarga lainnya dengan mengenali huruf dan tulisan yang ada di kalender, karung beras, dan lain-lain. Belajar berhitung pun sama dan selebihnya bermain di alam bebas.

"Apalagi sudah ada hp sekarang, anak-anak lebih cepat bisa membaca," tutur Itoh yang bersama suaminya tinggal di rumah Pak Sarip.

Di keremangan pagi, Bu Sarip pulang dari kebun sambil menggendong kayu bakar, lalu mulai memasak. Beberapa warga Baduy Dalam, berjalan tanpa alas kaki, dengan ikat kepala putih sudah turun gunung. Mereka nongkrong di rumah-rumah warga, menunggu kedatangan pengunjung yang minta diantar keliling kampung. Di terminal Ciboleger juga banyak orang yang menawari jadi guide dadakan. Jadi cermat saja memilih guide kalau berkunjung ke Baduy. Soal tarif tergantung dari tawar menawar dan keikhlasan.

Para petani Baduy sadar betul soal pasar. Makanya mereka bisa menawarkan produknya dengan harga yang layak, tidak terlalu merugi karena tahu harga pasaran atau produk yang sedang bagus harganya. Kalau tidak menanam sendiri, mereka membeli hasil kebun seperti cengkeh, beras, pisang, palawija dan sebagainya untuk dijual kembali dengan margin keuntungan yang lumayan.

Itulah yang Pak Sarip katakan soal bakat dagang orang Baduy. Dengan cara itu mereka bisa memutar modal dan membeli tanah dari keuntungan yang didapat. Tanah menjaga eksistensi mereka di atas lahan inti yang turun temurun mereka diami. Sekalipun harga tanah di kawasan sekitar Cisimeut dan Leuwidamar relatif murah, orang Jakarta jangan coba-coba beli karena pasti ditolak.

"Orang Jakarta biasanya bikin harga tanah melambung. Kalau sudah mahal, orang Baduy gak bisa beli tanah lagi atuh," tutur Pak Sarip sambil terkekeh.

Pukul 07.00 saya sudah di atas sepeda lagi. Mengayuh lagi membelah angin pagi menuju Rangkasbitung. Jalan langsung mendaki perbukitan meninggalkan kedamaian perkampungan Baduy. Dari Rangkasbitung, sengaja saya tak menumpang kereta tapi mengayuh terus menyusuri sejumlah kampung kecil yang selama ini hanya berupa noktah kecil di peta seperti Maja, Tenjo, Curug, Bitung, Cikupa, Tangerang sampai tiba di rumah bersama turunnya malam. (Maximilianus Agung Pribadi)

Editor : I Made Asdhiana


22.56 | 0 komentar | Read More

Koin, Pemecah Masalah Furnitur Kantor...

Written By bopuluh on Jumat, 05 Juli 2013 | 22.55

www.designboom.com

Koin dapat memecahkan sekaligus memudahkan masalah perabot bongkar pasang untuk keperluan kerja.

www.designboom.com

Dua komponen yang berbeda disatukan oleh koin melalui bagian permukaan perabot.

www.designboom.com

Koin juga dapat digunakan untuk menyatukan beberapa komponen kotak penyimpanan bersama-sama

www.designboom.com

Nendo Ofon dapat dibongkar pasang secara praktis.

www.designboom.com

Beberapa kemungkinan rak penyimpanan yang diproduksi ofon.

KOMPAS.com- Demi menekan biaya, sekaligus menciptakan iklim kerja yang produktif, komunikatif, saling mendukung, dan solid, berbagai kantor kini mengadopsi konsep ruang terbuka atau "open space".

Ruang-ruang kantor dengan konsep tersebut umumnya menggunakan perabot "bongkar-pasang" yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pekerja. Sayangnya, pekerja yang datang dan pergi, perubahan struktur, serta bertumbuhnya kebutuhan tidak ditunjang dengan ketersediaan perabot praktis. Memasang dan membongkar perabot membutuhkan waktu lama dan melelahkan.

Menjawab kebutuhan tersebut, perusahaan desain asal Jepang, Nendo, menciptakan solusi praktis berupa konektor perabot bongkar-pasang yang bisa dikunci hanya dengan menggunakan koin, dan dibongkar dengan cara menekannya. Produk tersebut bernama Ofon.


Sistem penghubung bernama Ofon tersebut tidak membutuhkan alat lain selain koin dalam proses perakitan perabot.

Melalui situs resminya, ofon.jp, bahwa sistem penghubung tersebut tidak hanya dapat digunakan pada meja kerja. Beberapa cara pemasangan meja kerja, penyimpanan berkas, rak buku, dan lemari bongkar-pasang produk Ofon juga dapat menggunakannya. Selain itu, koleksi produk Ofon juga meliputi kursi kantor beroda, kursi, sofa, lampu, serta keperluan lain, seperti lampu, jam dinding, gantungan mantel, serta keperluan ruang kantor lainnya. Semua produk tersebut tersedia dalam warna kayu, putih, putih dengan aksen warna hijau, oranye, dan hijau, serta hitam dengan aksen abu-abu dan krem.
 

Nendo memproduksi Ofon untuk Kokuyo. Kokuyo merupakan perusahaan yang memfokuskan diri pada pemenuhan, serta penemuan produk alat tulis kantor. Dalam situs resminya,  perusahaan tersebut menyatakan, "Kreatifitas berarti menyelesaikan masalah kecil yang ditemui orang-orang di dalam pekerjaan dan kehidupannya sehari-hari, satu demi satu, lewat penggunaan ide kreatif."


22.55 | 0 komentar | Read More

Benda Diduga Bom Itu Ternyata Jam Weker


TERNATE, KOMPAS.com – Benda mencurigakan yang ditemukan di dekat kediaman Gubernur Maluku Utara, Jumat (5/7/2013) malam, ternyata hanya sebuah jam weker. Benda tersebut sebelumnya telah diamankan tim Gegana dari Polda Malut, dan dipastikan bukan sebuah bom sebagaimana dikuatirkan.

Kabid Humas Polda Malut, AKBP Hendry Badar ketika dikonfirmasi menegaskan benda yang ditemukan warga bernama Bambang itu bukan sebuah bom. "Itu bukan bom itu hanya sebuah jam weker saja itu. Jadi sekali lagi saya tegaskan itu bukan bom ya," tegas Hendry, Sabtu (6/7/2013).

"Jadi itu hanya sebuah jam weker yang dibungkus dengan koran terus dililit dengan kabel, jadi bukan bom," tegas Hendry lagi.

Hendry menjelaskan, temuan jam weker yang diduga bom itu merupakan bentuk teror sebab benda itu sengaja ditinggalkan oleh pemiliknya. Karena itu, dia lantas mengimbau warga Maluku Utara agar tidak terpancing dengan isu-isu yang menyesatkan.

"Warga yang datang di TKP juga sudah tahu kalau itu bukan bom, jadi tidak ada masalah lagi," jelasnya.

Sebagaimana diberitakan, sebuah benda mencurigakanditemukan di kediaman Gubernur Maluku Utara di Kelurahan Kalumpang, Ternate Tengah, Jumat (5/7/2013) malam. Seperti diketahui, saat ini Provinsi Maluku Utara tengah memasuki masa Pemilihan Gubernur.

Benda berbentuk kotak yang menyerupai aki motor itu ditemukan oleh warga Kalumpang bernama Bambang. Kabar temuan itu menyebar dengan cepat dan dalam waktu tidak lama warga sekitar berduyun-duyun datang ke kediaman gubernur.

Editor : Kistyarini


22.55 | 0 komentar | Read More

Keributan Warnai Penerimaan Siswa Baru di SMA 1 Manokwari

Written By bopuluh on Rabu, 03 Juli 2013 | 22.55

MANOKWARI, KOMPAS.com - Keributan antara orangtua calon siswa dan pihak sekolah terjadi saat berlangsungnya pendaftaran Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun ajaran 2013/2014 di SMA Negeri 01, Manokwari, Papua Barat, Kamis (04/07/2013) pagi.

Persoalan dipicu aksi protes puluhan orangtua, karena panitia Penerimaan Siswa Baru telah menutup pendaftaran, karena kapasitas daya tampung sekolah itu telah penuh.

Semula penerimaan berjalan lancar, karena panitia telah menentukan bahwa penerimaan dimulai dengan nilai evaluasi murni tertinggi hingga kuota sebanyak tujuh ruangan kelas terpenuhi.

Namun saat kuota telah penuh, sejumlah orangtua murid yang telah menunggu di lingkungan sekolah untuk mendaftarkan anaknya sejak subuh melakukan protes. Pasalnya, berkas pendaftaran anak mereka sudah tidak diterima lagi.

Sejumlah orangtua murid yang akan mendaftarkan anaknya, menuntut agar pendaftaran tetap dibuka, karena lebih dari 200 siswa telah menunggu lama. Terlebih, kesempatan untuk untuk mendaftarkan anak mereka ke sekolah lain, sudah tidak memungkinkan lagi. Sebab, sekolah lain yang membuka pendaftaran secara bersamaan pun telah ditutup.

Pihak panitia pendaftaran murid baru, akhirnya hanya mengusulkan kepada orangtua murid untuk berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, terkait penerimaan siswa baru.

Ketua Panitia PSB, Muhammad Munir, mengatakan hampir setiap tahun, pihak SMA Negeri 01 Manokwari, mengalami kejadian yang sama saat pendaftaran siswa baru. Kuota kursi lebih sedikit dari siswa yang akan mendaftar.

"Kami sangat berharap para orangtua, jangan hanya mendaftarkan siswa di SMA Negeri 01 saja, karena masih banyak SMA N yang juga membuka pendaftaran siswa," ujarnya di Manokwari.

SMA Negeri 01 Manokwari tahun ajaran 2013-2014, hanya menerima 240 siswa yang akan menempati tujuh ruang kelas. Jumlah tersebut sudah termasuk pembagian kuota antara siswa asal Papua sebanyak 132 dan Non Papua 108 siswa. 

Editor : Glori K. Wadrianto


22.55 | 0 komentar | Read More

Tahapan Pemberian Makanan Bayi Alergi

KOMPAS.com - Akibat makanan, reaksi alergi bisa muncul pada bayi, antara lain: biduran, radang di mulut, bibir bengkak, radang mata (merah dan berair), bersin-bersin, batuk, diare, mual, dan muntah.

Apa yang sebaiknya dilakukan? Alih-alih menghindari berbagai makanan yang menimbulkan alergi, justru bayi perlu diperkenalkan dengan makanan pemicu alergi secara bertahap.

* Untuk bayi 0-6 bulan, berikan ASI saja.
* Usia enam bulan, berikan makanan secara bertahap. Pilih makanan yang jarang menimbulkan alergi seperti beras, wortel, apel, dan avokad.
* Di atas enam bulan, coba beri makanan yang bisa ditoleransi meski kemungkinan dapat menimbulkan alergi, seperti gandum, kentang, bayam, brokoli, ayam, daging.
* Usia sembilan bulan, beri makanan yang mungkin dapat menimbulkan alergi seperti kuning telur, ikan air tawar, kacang hijau.
* Setelah 12 bulan, beri makanan yang sangat mungkin menyebabkan alergi seperti makanan laut.

(Tabloid Nakita/Hilman Hilmansyah)

Editor :

Wawa


22.55 | 0 komentar | Read More

Korupsi Hambalang, Masih Jauh dari Kata Tuntas…

Written By bopuluh on Selasa, 02 Juli 2013 | 22.57


KOMPAS.com - Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kompleks olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, memasuki babak baru. Tersangka pertama kasus ini, pejabat pembuat komitmen proyek, Deddy Kusdinar ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi, beberapa waktu lalu. Namun, kasus korupsinya masih jauh dari tuntas.

Bagi sebagian pihak yang percaya, kasus korupsi proyek Hambalang terungkap dari kicauan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin saat dalam pelarian. Saat menjadi buronan dalam kasus korupsi wisma atlet SEA Games, Nazaruddin yang tak mau sendirian terjerat banyak bicara soal kelakuan korup sesama koleganya di DPR, baik dari Partai Demokrat maupun partai lain.

Namun, bagi KPK, kasus Hambalang terungkap setelah mereka menggeledah kantor Grup Permai, induk beberapa perusahaan yang dikendalikan oleh Nazaruddin. Di sini, KPK menemukan sejumlah catatan terkait pemberian fee dari berbagai proyek yang didanai APBN. Salah satunya adalah Hambalang.

Kicauan Nazaruddin soal kasus ini mungkin ada benarnya, tetapi belum tentu semua omongannya benar. KPK di sisi lain tetap berpegang teguh pada dua alat bukti yang bisa menyimpulkan keterlibatan seseorang. Dari sinilah, KPK sampai saat ini baru menetapkan empat tersangka terkait kasus Hambalang. Selain Deddy, KPK menetapkan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng dan mantan Direktur Operasional I PT Adhi Karya, kontraktor utama proyek, Teuku Bagus Mohammad Noor. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka dalam kaitan dengan pengadaan proyek Hambalang.

"High ranking profile"

Satu tersangka lagi adalah mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Anas menjadi tersangka terkait dugaan penerimaan aliran dana dari proyek Hambalang. Anas diduga menerima pemberian hadiah atau janji terkait proyek Hambalang dan proyek lain. Saat menjadi Ketua Fraksi Demokrat di DPR, Anas diduga menerima mobil mewah Toyota Harrier yang ada hubungannya dengan proyek Hambalang.

Ketika Andi dijadikan tersangka, kemudian menyusul Anas, seolah penuntasan kasus ini sudah mencapai klimaksnya. Keduanya merupakan high ranking profile yang dijerat KPK dalam kasus Hambalang.

Benarkah tak ada lagi high ranking profile yang bisa dijerat KPK dalam kasus Hambalang? Seperti disinggung pada awal tulisan, kasus ini sebenarnya jauh dari tuntas. Dalam hal pengadaan, misalnya, KPK memang menetapkan pejabat struktural dalam pengelolaan proyek sebagai tersangka. Deddy adalah pejabat pembuat komitmen, sementara Andi adalah pengguna anggaran. Ada satu lagi pejabat struktural dalam pengelolaan proyek, yakni kuasa pengguna anggaran, yang dijabat Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) saat itu, Wafid Muharam. Wafid sampai sekarang masih berstatus sebagai saksi.

Dari sisi pelaksana proyek, KPK telah menetapkan Teuku Bagus. Pertanyaannya, apakah Teuku Bagus bermain sendiri? Hambalang tak hanya dikerjakan oleh kontraktor utama BUMN, yakni PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya. Namun, ada juga subkontraktor yang terlibat. Bagaimana subkontraktor ini bisa mendapatkan pekerjaan dalam proyek Hambalang juga menjadi pertanyaan besar.

Rp 63 miliar

Salah satunya karena subkontraktor proyek Hambalang, PT Dutasari Citralaras, yang mengerjakan pekerjaan mechanical electrical juga ada kaitan dengan salah satu tersangka, Anas. Saham Dutasari Citralaras diketahui dimiliki Mahfud Suroso dan Munadi Herlambang. Mahfud dikenal sebagai orang dekat Anas. Sementara Munadi tercatat pernah menjadi pengurus DPP Partai Demokrat di bawah kepengurusan Anas. Tak hanya itu, istri Anas, Athiyyah Laila, juga pernah menjadi komisaris PT Dutasari.

Dalam audit Badan Pemeriksa Keuangan terhadap proyek Hambalang, Dutasari disebut menerima Rp 63 miliar yang
seharusnya tidak diterima. Sementara menurut Mahfud, uang tersebut sudah sesuai kontrak karena perusahaannya dalam kontrak disebutkan menerima uang muka.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengungkapkan, KPK masih melakukan sejumlah penyelidikan terkait dugaan korupsi dalam proyek Hambalang. Salah satunya adalah pengadaan sarana dan prasarana untuk bangunan fisik proyek Hambalang.

KPK sudah meminta keterangan Deputi Menpora Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Djoko Pekik dalam penyelidikan ini. Johan mengatakan, KPK membuka penyelidikan baru setelah memvalidasi dan menguji sejumlah data serta informasi yang diperoleh. Dengan dimulainya penyelidikan baru, kemungkinan besar akan ada tersangka baru dalam kasus Hambalang.

Belum lagi jika melihat sangkaan terhadap Anas yang diduga menerima pemberian hadiah atau janji terkait proyek Hambalang dan proyek lain. Proyek lain ini sampai sekarang belum pernah diungkap detail oleh KPK.

Sementara dalam soal keterlibatan Andi, belakangan diketahui, Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel, adik mantan Juru Bicara Kepresidenan tersebut, juga mengaku diberi uang Rp 5 miliar oleh Deddy. Uang tersebut diberikan Deddy dengan diantar Staf Khusus Menpora Bidang Kepemudaan Fakhruddin. Belum jelas motivasi pemberian uang oleh Deddy ini dan dari mana asal uang tersebut. Choel sudah mengembalikan uang itu ke KPK beberapa waktu lalu.

Jadi, ibarat bonggol, bonggol kasus Hambalang ini masih belum terlihat jelas. Kasusnya masih jauh dari tuntas….

Sumber : Kompas Cetak

Editor : Caroline Damanik


22.57 | 0 komentar | Read More

Jadi Tersangka Korupsi, Bupati Rembang Jalani Pemeriksaan

SEMARANG, KOMPAS.com - Mengenakan kemeja lurik berwarna coklat muda, Bupati Rembang M Salim tiba di Markas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Jawa Tengah, di Jalan Sukun Raya Semarang, Rabu (3/7/2013).

Salim datang untuk diperiksa sebagai tersangka korupsi dana penyertaan modal APBD 2006 - 2007 sebesar Rp4,12 miliar.

Dia tiba sekitar pukul 09.30 dengan didampingi ajudan dan penasihat hukum. Ia kemudian mengisi daftar hadir di ruang piket dan masuk keruang pemeriksaan.

Salim hanya terlihat tersenyum pada sejumlah awak media saat akan memasuki ruangan. Sedianya Salim diperiksa sebagai tersangka pada pekan lalu. Namun ketika itu ia tidak datang dengan alasan kunjungan kerja ke Amerika.

Hingga siang ini, Salim masih menjalani pemeriksaan. Ia diperiksa di ruang penyidik Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Mas Guntur Laupe mengatakan tersangka memenuhi panggilan untuk pemeriksaan sebagai tersangka.

Kasus ini sempat terhenti lama karena terkendala audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Salim juga sudah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus ini sejak 6 Juni 2010.

Seperti yang diberitakan, Salim menjadi tersangka kasus korupsi penyertaan modal PT. Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) dengan kerugian negara sekitar Rp4,12 miliar.

Jumlah tersebut merupakan hasil Perhitungan Kerugian Negara (PKN) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang sudah turun dan diterima Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah.

Hasil PKN dengan Nomor 1/S/VII - XIV/02/2013 tersebut tertanggal 6 Februari 2013 di Jakarta. Dengan hasil detil PKN yakni sebesar Rp4,190.071.100,51.

Editor : Glori K. Wadrianto


22.57 | 0 komentar | Read More

KOMPAS.com

Written By bopuluh on Senin, 01 Juli 2013 | 22.55

KOMPAS.comKOMPAS.comKue-kue Cantik ala ClairmontSungai Meluap, Ratusan Rumah di Wajo Terendam BanjirLewat \'Voting\', RUU Ormas DisahkanTolak RUU Ormas, PAN DisorakiKerahasiaan Nasabah Dipersoalkan, Bank Asing Angkat Koper dari SwissDemo RUU Ormas, Massa Tutup Jalan Gatot SubrotoLelah Mengantre BLSM, Perempuan Bone PingsanWarga Indonesia di Mesir Diimbau Tak Keluar RumahVW Makin "Pede&quotJadi Nomor #1Pembahasan RUU Ormas Buntu, DPR Lakukan \'Voting\'Jam Kerja PNS DKI Dipotong Selama Puasa, Ada Sanksi jika Kinerja TurunAkhir Pekan di Pekalongan? Menginap Saja di Hotel IniApple Ingin Amankan Nama \"iWatch\"Saksi Cebongan Akui Masih TraumaGerindra: Tunda Kembali Pengesahan RUU Ormas

http://www.kompas.com/ News and Service Tue, 02 Jul 2013 12:55:15 +0700 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://travel.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1254461/Kue.kue.Cantik.ala.Clairmont Tue, 02 Jul 2013 12:54:46 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/07/02/1246267fitri-clairmont-2p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Belakangan banyak toko kue bermunculan di Jakarta. Toko kue tersebut menawarkan berbagai kue yang tak hanya nikmat di lidah tetapi juga dihias begitu cantik <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1254461/Kue.kue.Cantik.ala.Clairmont">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1254461/Kue-kue.Cantik.ala.Clairmont http://regional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1253534/Sungai.Meluap.Ratusan.Rumah.di.Wajo.Terendam.Banjir Tue, 02 Jul 2013 12:53:53 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/07/02/1233028banjir-luapp.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90"> Ratusan rumah di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan terendam banjir akibat meluapnya sungai Walanae, Selasa, (02/07/2013). Banjir juga merendam ratusan hektar sawah warga. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1253534/Sungai.Meluap.Ratusan.Rumah.di.Wajo.Terendam.Banjir">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1253534/Sungai.Meluap.Ratusan.Rumah.di.Wajo.Terendam.Banjir http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1251509/Lewat.Voting.RUU.Ormas.Disahkan Tue, 02 Jul 2013 12:51:50 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/06/1127562-ron-penolakan-ruu-ormas--p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">RUU Ormas yang mengundang kontroversi hingga kini akhirnya disahkan sebagai undang-undang. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1251509/Lewat.Voting.RUU.Ormas.Disahkan">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1251509/Lewat.Voting.RUU.Ormas.Disahkan http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1250455/Tolak.RUU.Ormas.PAN.Disoraki Tue, 02 Jul 2013 12:50:45 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/28/1110245-ilustrasi-paripurna-p.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Fraksi Partai Amanat Nasional disoraki karena menyatakan penolakannya terhadap rencana pengesahan RUU Organisasi Kemasyarakatan (RUU Ormas), dalam rapat paripurna, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/7/2013). <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1250455/Tolak.RUU.Ormas.PAN.Disoraki">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1250455/Tolak.RUU.Ormas.PAN.Disoraki http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1248473/Kerahasiaan.Nasabah.Dipersoalkan.Bank.Asing.Angkat.Koper.dari.Swiss Tue, 02 Jul 2013 12:48:47 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/07/02/1244113Swissp.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Selama ini, Swiss menjadi negara penting bagi industri perbankan global dalam menjalankan bisnis private banking, yang memungkinkan nasabah menyembunyikan hartanya tanpa khawatir terendus petugas pajak negara asal. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1248473/Kerahasiaan.Nasabah.Dipersoalkan.Bank.Asing.Angkat.Koper.dari.Swiss">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1248473/Kerahasiaan.Nasabah.Dipersoalkan.Bank.Asing.Angkat.Koper.dari.Swiss http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1245333/Demo.RUU.Ormas.Massa.Tutup.Jalan.Gatot.Subroto Tue, 02 Jul 2013 12:45:33 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/06/1127562-ron-penolakan-ruu-ormas--p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ribuan orang yang melakukan aksi penolakan rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang Organisasi Masyarakat di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (2/7/2013), melakukan penutupan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1245333/Demo.RUU.Ormas.Massa.Tutup.Jalan.Gatot.Subroto">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1245333/Demo.RUU.Ormas.Massa.Tutup.Jalan.Gatot.Subroto http://regional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1244447/Lelah.Mengantre.BLSM.Perempuan.Bone.Pingsan Tue, 02 Jul 2013 12:44:44 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/07/02/122101620-01-2008-1-40-0002p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Seorang perempuan jatuh pingsan ketika mengantre untuk mengambil dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di SD Negeri Walenrang, Kecamantan China, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1244447/Lelah.Mengantre.BLSM.Perempuan.Bone.Pingsan">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1244447/Lelah.Mengantre.BLSM.Perempuan.Bone.Pingsan http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1240448/Warga.Indonesia.di.Mesir.Diimbau.Tak.Keluar.Rumah Tue, 02 Jul 2013 12:40:44 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/07/01/1731490Markas-Ikhwanul-Muslimin-Mesir-Dibakarp.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kondisi warga Indonesia di Mesir sejauh ini dilaporkan aman di tengah aksi unjuk rasa besar yang menuntut Presiden Mohammad Mursi mundur dari kekuasaan <a href="http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1240448/Warga.Indonesia.di.Mesir.Diimbau.Tak.Keluar.Rumah">[...]</a> http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1240448/Warga.Indonesia.di.Mesir.Diimbau.Tak.Keluar.Rumah http://otomotif.kompas.com/read/2013/07/02/8866/VW.Makin.Pede.Jadi.Nomor.1 Tue, 02 Jul 2013 12:39:51 +0700<img src="http://oto.assets.kompas.com/uploads/photo/2013/01/14/c57418e15de818742c3c33e1dbcf215a.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">VW cukup menaikkan penjualannya 7 persen lagi untuk mencapai 10 juta unit. <a href="http://otomotif.kompas.com/read/2013/07/02/8866/VW.Makin.Pede.Jadi.Nomor.1">[...]</a> http://otomotif.kompas.com/read/2013/07/02/8866/VW.Makin.Pede.Jadi.Nomor.1 http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1238153/Pembahasan.RUU.Ormas.Buntu.DPR.Lakukan.Voting. Tue, 02 Jul 2013 12:38:15 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/03/1328125-rad-sidang-paripurna-p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Karena paripurna pengesahan RUU Ormas tidak mencapai kata mufakat, pimpinan dewan memutuskan melakukan pemungutan suara atau voting. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1238153/Pembahasan.RUU.Ormas.Buntu.DPR.Lakukan.Voting.">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1238153/Pembahasan.RUU.Ormas.Buntu.DPR.Lakukan.Voting. http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1235167/Jam.Kerja.PNS.DKI.Dipotong.Selama.Puasa.Ada.Sanksi.jika.Kinerja.Turun Tue, 02 Jul 2013 12:35:16 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/14/0007539p.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Jam kerja PNS di Jakarta dipotong selama bulan puasa, tetapi ada sanksi jika kinerja PNS menurun. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1235167/Jam.Kerja.PNS.DKI.Dipotong.Selama.Puasa.Ada.Sanksi.jika.Kinerja.Turun">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1235167/Jam.Kerja.PNS.DKI.Dipotong.Selama.Puasa.Ada.Sanksi.jika.Kinerja.Turun http://travel.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1230583/Akhir.Pekan.di.Pekalongan.Menginap.Saja.di.Hotel.Ini Tue, 02 Jul 2013 12:30:58 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/07/02/1213560hotel-dafam-pekalonganp.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Tak banyak pilihan hotel berbintang di Pekalongan, salah satunya adalah Hotel Dafam Pekalongan. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1230583/Akhir.Pekan.di.Pekalongan.Menginap.Saja.di.Hotel.Ini">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1230583/Akhir.Pekan.di.Pekalongan.Menginap.Saja.di.Hotel.Ini http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1230177/Apple.Ingin.Amankan.Nama.iWatch. Tue, 02 Jul 2013 12:30:17 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/30/0041355p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Apple sudah mengajukan merek dagang "iWatch" di Jepang. Besar kemungkinan Apple sedang menyiapkan perangkat komputer yang bisa dipakai di tubuh manusia, atau wearable device. <a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1230177/Apple.Ingin.Amankan.Nama.iWatch.">[...]</a> http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1230177/Apple.Ingin.Amankan.Nama.iWatch. http://regional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1225524/Saksi.Cebongan.Akui.Masih.Trauma Tue, 02 Jul 2013 12:25:52 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/09/1629518-dra-lp-cebongan-di-desa-sumberadi-mlati-sleman-p.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Seorang sipir Lapas Cebongan yang bertugas jaga ketika penyerangan terjadi, mengaku masih trauma dengan kejadian yang menewakan empat tahanan Polda Jateng yang dititipkan di lapas tersebut. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1225524/Saksi.Cebongan.Akui.Masih.Trauma">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1225524/Saksi.Cebongan.Akui.Masih.Trauma http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1220028/Gerindra.Tunda.Kembali.Pengesahan.RUU.Ormas Tue, 02 Jul 2013 12:20:02 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/06/11/1124013-ahmad-muzani-gerindra-p.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Partai Gerindra meminta agar RUU Ormas ditunda kembali pengesahannya. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1220028/Gerindra.Tunda.Kembali.Pengesahan.RUU.Ormas">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1220028/Gerindra.Tunda.Kembali.Pengesahan.RUU.Ormas

KOMPAS.comKOMPAS.comKue-kue Cantik ala ClairmontSungai Meluap, Ratusan Rumah di Wajo Terendam BanjirLewat \'Voting\', RUU Ormas DisahkanTolak RUU Ormas, PAN DisorakiKerahasiaan Nasabah Dipersoalkan, Bank Asing Angkat Koper dari SwissDemo RUU Ormas, Massa Tutup Jalan Gatot SubrotoLelah Mengantre BLSM, Perempuan Bone PingsanWarga Indonesia di Mesir Diimbau Tak Keluar RumahVW Makin "Pede&quotJadi Nomor #1Pembahasan RUU Ormas Buntu, DPR Lakukan \'Voting\'Jam Kerja PNS DKI Dipotong Selama Puasa, Ada Sanksi jika Kinerja TurunAkhir Pekan di Pekalongan? Menginap Saja di Hotel IniApple Ingin Amankan Nama \"iWatch\"Saksi Cebongan Akui Masih TraumaGerindra: Tunda Kembali Pengesahan RUU Ormas

http://www.kompas.com/ News and Service Tue, 02 Jul 2013 12:55:15 +0700 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://travel.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1254461/Kue.kue.Cantik.ala.Clairmont Tue, 02 Jul 2013 12:54:46 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/07/02/1246267fitri-clairmont-2p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Belakangan banyak toko kue bermunculan di Jakarta. Toko kue tersebut menawarkan berbagai kue yang tak hanya nikmat di lidah tetapi juga dihias begitu cantik <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1254461/Kue.kue.Cantik.ala.Clairmont">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1254461/Kue-kue.Cantik.ala.Clairmont http://regional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1253534/Sungai.Meluap.Ratusan.Rumah.di.Wajo.Terendam.Banjir Tue, 02 Jul 2013 12:53:53 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/07/02/1233028banjir-luapp.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90"> Ratusan rumah di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan terendam banjir akibat meluapnya sungai Walanae, Selasa, (02/07/2013). Banjir juga merendam ratusan hektar sawah warga. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1253534/Sungai.Meluap.Ratusan.Rumah.di.Wajo.Terendam.Banjir">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1253534/Sungai.Meluap.Ratusan.Rumah.di.Wajo.Terendam.Banjir http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1251509/Lewat.Voting.RUU.Ormas.Disahkan Tue, 02 Jul 2013 12:51:50 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/06/1127562-ron-penolakan-ruu-ormas--p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">RUU Ormas yang mengundang kontroversi hingga kini akhirnya disahkan sebagai undang-undang. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1251509/Lewat.Voting.RUU.Ormas.Disahkan">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1251509/Lewat.Voting.RUU.Ormas.Disahkan http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1250455/Tolak.RUU.Ormas.PAN.Disoraki Tue, 02 Jul 2013 12:50:45 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/28/1110245-ilustrasi-paripurna-p.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Fraksi Partai Amanat Nasional disoraki karena menyatakan penolakannya terhadap rencana pengesahan RUU Organisasi Kemasyarakatan (RUU Ormas), dalam rapat paripurna, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/7/2013). <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1250455/Tolak.RUU.Ormas.PAN.Disoraki">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1250455/Tolak.RUU.Ormas.PAN.Disoraki http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1248473/Kerahasiaan.Nasabah.Dipersoalkan.Bank.Asing.Angkat.Koper.dari.Swiss Tue, 02 Jul 2013 12:48:47 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/07/02/1244113Swissp.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Selama ini, Swiss menjadi negara penting bagi industri perbankan global dalam menjalankan bisnis private banking, yang memungkinkan nasabah menyembunyikan hartanya tanpa khawatir terendus petugas pajak negara asal. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1248473/Kerahasiaan.Nasabah.Dipersoalkan.Bank.Asing.Angkat.Koper.dari.Swiss">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1248473/Kerahasiaan.Nasabah.Dipersoalkan.Bank.Asing.Angkat.Koper.dari.Swiss http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1245333/Demo.RUU.Ormas.Massa.Tutup.Jalan.Gatot.Subroto Tue, 02 Jul 2013 12:45:33 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/06/1127562-ron-penolakan-ruu-ormas--p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ribuan orang yang melakukan aksi penolakan rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang Organisasi Masyarakat di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (2/7/2013), melakukan penutupan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1245333/Demo.RUU.Ormas.Massa.Tutup.Jalan.Gatot.Subroto">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1245333/Demo.RUU.Ormas.Massa.Tutup.Jalan.Gatot.Subroto http://regional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1244447/Lelah.Mengantre.BLSM.Perempuan.Bone.Pingsan Tue, 02 Jul 2013 12:44:44 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/07/02/122101620-01-2008-1-40-0002p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Seorang perempuan jatuh pingsan ketika mengantre untuk mengambil dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di SD Negeri Walenrang, Kecamantan China, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1244447/Lelah.Mengantre.BLSM.Perempuan.Bone.Pingsan">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1244447/Lelah.Mengantre.BLSM.Perempuan.Bone.Pingsan http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1240448/Warga.Indonesia.di.Mesir.Diimbau.Tak.Keluar.Rumah Tue, 02 Jul 2013 12:40:44 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/07/01/1731490Markas-Ikhwanul-Muslimin-Mesir-Dibakarp.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kondisi warga Indonesia di Mesir sejauh ini dilaporkan aman di tengah aksi unjuk rasa besar yang menuntut Presiden Mohammad Mursi mundur dari kekuasaan <a href="http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1240448/Warga.Indonesia.di.Mesir.Diimbau.Tak.Keluar.Rumah">[...]</a> http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1240448/Warga.Indonesia.di.Mesir.Diimbau.Tak.Keluar.Rumah http://otomotif.kompas.com/read/2013/07/02/8866/VW.Makin.Pede.Jadi.Nomor.1 Tue, 02 Jul 2013 12:39:51 +0700<img src="http://oto.assets.kompas.com/uploads/photo/2013/01/14/c57418e15de818742c3c33e1dbcf215a.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">VW cukup menaikkan penjualannya 7 persen lagi untuk mencapai 10 juta unit. <a href="http://otomotif.kompas.com/read/2013/07/02/8866/VW.Makin.Pede.Jadi.Nomor.1">[...]</a> http://otomotif.kompas.com/read/2013/07/02/8866/VW.Makin.Pede.Jadi.Nomor.1 http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1238153/Pembahasan.RUU.Ormas.Buntu.DPR.Lakukan.Voting. Tue, 02 Jul 2013 12:38:15 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/03/1328125-rad-sidang-paripurna-p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Karena paripurna pengesahan RUU Ormas tidak mencapai kata mufakat, pimpinan dewan memutuskan melakukan pemungutan suara atau voting. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1238153/Pembahasan.RUU.Ormas.Buntu.DPR.Lakukan.Voting.">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1238153/Pembahasan.RUU.Ormas.Buntu.DPR.Lakukan.Voting. http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1235167/Jam.Kerja.PNS.DKI.Dipotong.Selama.Puasa.Ada.Sanksi.jika.Kinerja.Turun Tue, 02 Jul 2013 12:35:16 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/14/0007539p.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Jam kerja PNS di Jakarta dipotong selama bulan puasa, tetapi ada sanksi jika kinerja PNS menurun. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1235167/Jam.Kerja.PNS.DKI.Dipotong.Selama.Puasa.Ada.Sanksi.jika.Kinerja.Turun">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1235167/Jam.Kerja.PNS.DKI.Dipotong.Selama.Puasa.Ada.Sanksi.jika.Kinerja.Turun http://travel.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1230583/Akhir.Pekan.di.Pekalongan.Menginap.Saja.di.Hotel.Ini Tue, 02 Jul 2013 12:30:58 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/07/02/1213560hotel-dafam-pekalonganp.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Tak banyak pilihan hotel berbintang di Pekalongan, salah satunya adalah Hotel Dafam Pekalongan. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1230583/Akhir.Pekan.di.Pekalongan.Menginap.Saja.di.Hotel.Ini">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1230583/Akhir.Pekan.di.Pekalongan.Menginap.Saja.di.Hotel.Ini http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1230177/Apple.Ingin.Amankan.Nama.iWatch. Tue, 02 Jul 2013 12:30:17 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/30/0041355p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Apple sudah mengajukan merek dagang "iWatch" di Jepang. Besar kemungkinan Apple sedang menyiapkan perangkat komputer yang bisa dipakai di tubuh manusia, atau wearable device. <a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1230177/Apple.Ingin.Amankan.Nama.iWatch.">[...]</a> http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1230177/Apple.Ingin.Amankan.Nama.iWatch. http://regional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1225524/Saksi.Cebongan.Akui.Masih.Trauma Tue, 02 Jul 2013 12:25:52 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/09/1629518-dra-lp-cebongan-di-desa-sumberadi-mlati-sleman-p.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Seorang sipir Lapas Cebongan yang bertugas jaga ketika penyerangan terjadi, mengaku masih trauma dengan kejadian yang menewakan empat tahanan Polda Jateng yang dititipkan di lapas tersebut. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1225524/Saksi.Cebongan.Akui.Masih.Trauma">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1225524/Saksi.Cebongan.Akui.Masih.Trauma http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1220028/Gerindra.Tunda.Kembali.Pengesahan.RUU.Ormas Tue, 02 Jul 2013 12:20:02 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/06/11/1124013-ahmad-muzani-gerindra-p.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Partai Gerindra meminta agar RUU Ormas ditunda kembali pengesahannya. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1220028/Gerindra.Tunda.Kembali.Pengesahan.RUU.Ormas">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/07/02/1220028/Gerindra.Tunda.Kembali.Pengesahan.RUU.Ormas


22.55 | 0 komentar | Read More

Atasi Stres dalam Waktu 40 Menit!

Written By bopuluh on Minggu, 30 Juni 2013 | 22.55


KOMPAS.com
- Kita memang tak bisa menghindar dari stres, karena kita manusia yang aktif dan selalu bersosialisasi dengan orang lain. Dengan sendirinya, akan banyak hal yang menjadi pemicu stres. Namun, stres yang berlebihan membuat kondisi tubuh Anda tidak baik. Untuk mengatasinya, ada cara mudah yang bisa dilakukan hanya dalam waktu 40 menit.

"Melepaskan stres dapat dengan makanan, liburan, berbelanja, dan lain-lain. Tiap orang kan memiliki caranya masing-masing. Tapi ada cara yang mudah dan cepat untuk menghilangkan stres," jelas ahli hypnotherapy Juli Triharto, dalam acara Fortune PR Healthcare & Consumers di Jakarta, Senin (10/6/2013) lalu.

Juli memperkenalkan Mindslim Magic Technique (MMT), yaitu cara mengatasi stres dalam waktu 40 menit pada diri sendiri. Teknik ini menggunakan pemrograman pikiran dan tubuh untuk menghipnotis diri sendiri, agar menjadi nyaman dan tenang. Setelah melakukan teknik ini, Anda bisa kembali beraktivitas secara produktif.

Berikut langkah-langkah untuk melakukan MMT:

Langkah 1:
Tepuk-tepuk punggung tangan kiri Anda, persis sejajar di bawah jari manis. Lalu, bersamaan dengan itu, tarik nafas dalam-dalam dan buanglah secara perlahan.

Langkah 2:
Arahkan tatapan mata Anda ke depan dan rasakan suara yang ada di sekeliling Anda.

Langkah 3:
Setelah itu, arahkan bola mata ke kiri bawah, lalu ke kanan bawah, dan putar searah jarum jam, dan sebaliknya.

Langkah 4:
(Masih dalam posisi menepuk-nepuk punggung tangan kiri) Lakukan hitungan satu sampai lima, lalu bergumamlah dengan lagu favorit Anda, nikmati.

Langkah 5:
Kemudian, tepuk telapak tangan kiri Anda di bagian samping, tepat di samping jari kelingking Anda.

Langkah 6:
Lalu, tepuk bagian bawah ketiak kiri Anda, persis searah dengan puting payudara Anda.

Langkah 7:
Langkah terakhir disebut dengan "petting body", yaitu menyilangkan kedua tangan Anda dan sentuh bagian kedua lengan. Kemudian elusl-eluslah perlahan sambil mengeluarkan suara yang memuaskan.

Selamat mencoba!

Editor :

Tri Wahono


22.55 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger