Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Granat Aktif di Rumah Pengedar Narkoba

Written By bopuluh on Jumat, 05 April 2013 | 22.56

Granat Aktif di Rumah Pengedar Narkoba

Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Sabtu, 6 April 2013 | 12:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hendak menciduk seorang pengedar narkotika di rumahnya, polisi dari Satuan Narkoba Kepolisian Resor Bekasi justru menemukan sebuah granat nanas aktif. Sementara itu, sang target operasi juga melarikan diri.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, peristiwa itu terjadi, Sabtu (6/4/2013), sekitar pukul 06.30 WIB, di Jalan Cipinang Muara 1 RT 02 RW 03, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Polisi tengah menyasar salah seorang pengedar narkotika jenis ganja, Halim Supomo alias Dopoe. Saat digerebek, terduga pelaku melarikan diri.

Sementara itu, polisi yang berada di rumah tersangka kemudian melakukan pemeriksaan di setiap sudut ruangan. Petugas kepolisian justru menemukan granat di salah satu sudut. Adapun saksi yang diperiksa adalah Suroso (63) dan Yohanes Jarwadi (60) yang merupakan tetangga pelaku. Petugas pun berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Duren Sawit atas penemuan granat itu.

Editor :

Hertanto Soebijoto


22.56 | 0 komentar | Read More

Keluarga Korban Penembakan: Jangan Sebut Preman

KUPANG, KOMPAS.com - Keluarga empat orang korban tewas peristiwa penyerangan dan penembakan di LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta,  lalu, menolak penyebutan kelompok preman terhadap keempat anggota keluarganya. Hal itu diungkapkan juru bicara keluarga keempat korban, Viktor Manbait, kepada Kompas.com, Sabtu (6/3/2013).

"Kami keluarga menolak penyebutan kata kelompok preman atas keempat korban. Kami menilai labelisasi ini adalah skenario TNI untuk melemahkan posisi korban. Vonis atas tindakan yang dilakukan oleh para korban hanya bisa disampaikan oleh pengadilan melalui proses hukum yang fair dan professional," kata Viktor.

Empat tahanan yang tewas dalam peristiwa itu adalah Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, dan Yohanes Juan Manbait.

Selain itu, menurut Viktor, pihak keluarga juga menolak kesimpulan awal yang disampaikan Tim Investigasi TNI AD. Ia mengatakan, keluarga menilai kesimpulan yang menyatakan bahwa penyerangan ke Lapas 2B Cebongan akibat pembunuhan terhadap Serka Heru Santoso dan pembacokan terhadap Sertu Sriyono adalah sebuah rekayasa.

"Kesimpulan ini menunjukkan kalau tim 9 tidak melakukan investigasi secara menyeluruh dengan metode kerja penyelidikan yang memenuhi standar. Perlu kami sampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterima oleh keluarga, bahwa peristiwa pembacokan terhadap Sertu Sriyono dilakukan oleh seorang mantan anggota Kopassus yang bernama Marchell," papar Viktor.

Keluarga korban juga menuntut agar keterlibatan dan peran anggota Kopassus pada peristiwa ini diusut tuntas dengan menggunakan mekanisme hukum sipil.

"Tim 9 bentukan TNI menyimpulkan bahwa motif dari peristiwa penyerangan di LP Cebongan adalah sebuah tindakan reaktif karena kuatnya rasa jiwa korsa serta membela kehormatan satuan. Kami menilai bahwa penempatan istilah reaktif lebih tepat ditujukan kepada Tim 9. Meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku kepala pemerintahan dan Panglima Tertinggi TNI untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) mengusut secara tuntas peristiwa LP Cebongan sampai membawa seluruh pelaku ke pengadilan Hak Asasi Manusia," papar Viktor.

Sebelumnya, Ketua Tim Investigasi TNI AD terkait penyerangan LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Brigjen TNI Unggul Yudhoyono, mengakui bahwa oknum Grup II Kopassus Kartosuro adalah pihak penyerang empat tahanan terkait pembunuhan Serka Santoso.

"Bahwa secara kesatria dan dilandasi kejujuran serta tanggung jawab, serangan LP Cebongan, Sleman, pada 23 Maret 2013 pukul 00.15 WIB diakui dilakukan oleh oknum anggota TNI AD, dalam hal ini Grup II Kopassus Kartosuro yang mengakibatkan terbunuhnya empat tahanan," kata Wakil Danpuspom TNI AD Brigjen Unggul K Yudhoyono, yang juga ketua Tim Investigasi kasus tersebut di Mabes TNI AD, Jakarta, Kamis (4/4/2013).

Brigjen Unggul mengatakan, penyerangan ini berhubungan dengan pembunuhan terhadap Serka Heru Santoso, pada 19 Maret 2013 dan pembacokan terhadap mantan anggota Kopassus Sertu Sriyono pada 20 Maret 2013 oleh kelompok preman di Yogyakarta.

"Bermotif tindakan reaktif karena kuatnya rasa jiwa dan membela rasa kehormatan satuan," kata Brigjen Unggul.

Serka Heru Santoso merupakan pejabat Bintara Peleton Kopassus yang notabene atasan langsung para pelaku yang juga pernah berjasa menyelamatkan pelaku saat melaksanakan tugas operasi. Sementara itu, Sertu Sriyono adalah mantan Kopassus yang notabene merupakan rekan pelaku saat latihan komando.

"Peristiwa tersebut dilatarbelakangi jiwa korsa yang kuat yang mana jiwa korsa merupakan roh setiap kesatuan militer. Namun, diakui, kegiatan serangan ke Lapas II Cebongan adalah penerapan jiwa korsa yang tidak tepat," ujar Unggul.

Ikuti berita terkait dalam topik:
Anggota Kopassus Serang LP Cebongan

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary


22.55 | 0 komentar | Read More

Danjen Kopassus: Kapan Jokowi Butuh, Kami Siap!

Written By bopuluh on Kamis, 04 April 2013 | 22.55

Danjen Kopassus: Kapan Jokowi Butuh, Kami Siap!

Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Jumat, 5 April 2013 | 12:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo menegaskan siap jika diminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membantu warga Ibu Kota yang dilanda bencana.

"Kapan Bapak Jokowi membutuhkan kami, kami selalu siap membantu," tegasnya di sela acara bersih-bersih Kali Ciliwung yang turut dihadiri Jokowi di Komplek Kopassus, Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (5/4/2013) pagi.

Agus melanjutkan, koordinasi yang baik antara anggota Kopassus dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menanggulangi bencana telah dilakukan saat musibah banjir yang menerpa DKI Januari 2013 silam. Hal itu diharapkan berlanjut.

"Seperti banjir kemarin. Kami langsung siapkan peralatan dari malam hari, prajurit juga kita siapkan. Kita jadi yang pertama mengevakuasi warga bantaran Sungai Ciliwung," ujar Agus.

Jokowi pun mengapresiasi positif janji petinggi Kopassus tersebut. Menurut mantan Wali Kota Surakarta tersebut, para prajurit Kopassus memang sudah seharusnya membantu rakyat karena Kopassus adalah salah satu aset negara atau dalam kata lain, milik rakyat juga.

"Apalagi Kopassus masuk tiga besar kesatuan khusus terbaik dunia. Jadi jangan ada persepsi negatif, karena ini milik rakyat," ujar Jokowi.

Selama Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI, setidaknya ia telah empat kali meminta bantuan pasukan Kopassus. Yakni, mengevakuasi warga bantaran sungai saat banjir besar Januari 2013, memperbaiki tanggul jebol di Latuharhary, membantu mengevakuasi jenazah di basement gedung UOB dan membantu masuk ke gorong-gorong di jalan protokol DKI Jakarta.

Editor :

Ana Shofiana Syatiri


22.55 | 0 komentar | Read More

Akil Mochtar Puji Mahfud MD

Akil Mochtar Puji Mahfud MD

Penulis : Dani Prabowo | Jumat, 5 April 2013 | 12:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua baru Mahkamah Konstitusi (MK) M Akil Mochtar memuji pendahulunya, Mahfud MD, sebagai seorang pimpinan yang banyak menghasilkan putusan yang fenomenal. Hal ini, menurutnya, membuat MK menjadi sebuah lembaga peradilan modern yang terpercaya serta menjadi harapan dalam mencari keadilan.

"Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pak Mahfud yang telah dengan baik memimpin Mahkamah Konstitusi," kata Akil, saat memberikan sambutan seusai mengucapkan sumpah jabatan sebagai Ketua MK, di Gedung MK, Jakarta, Jumat (5/4/2013).

Akil mengungkapkan, Mahfud mampu membawa MK kepada masa keemasannya. Meski demikian, keberhasilan Mahfud juga tidak terlepas dari peran seluruh hakim konstitusi lain dan seluruh elemen yang ada di MK.

"Namun, dalam konteks tertentu, figur pimpinan sangat berpengaruh bagi performance suatu lembaga," ujarnya.

Ke depan, lanjut Akil, MK akan dihadapkan dengan tantangan yang berat, tidak hanya untuk mempertahankannya sebagai lembaga yang fenomenal dalam menghasilkan keputusan, juga untuk mencari gagasan baru yang positif untuk menjaga citra MK di mata masyarakat.

"Beruntung saya diwarisi oleh Pak Mahfud dengan struktur, kultur, aturan main, sumber daya manusia, dan infrastruktur yang memadai," katanya.

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary


22.55 | 0 komentar | Read More

Muda Mahendrawan Maju Lagi Melalui Perseorangan

Written By bopuluh on Rabu, 03 April 2013 | 22.55

Pilkada Kubu Raya

Muda Mahendrawan Maju Lagi Melalui Perseorangan

Penulis : Agustinus Handoko | Kamis, 4 April 2013 | 12:50 WIB

KUBU RAYA, KOMPAS.com - Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat Muda Mahendrawan memastikan diri untuk maju lagi dalam pilkada Kubu Raya tahun 2013. Seperti saat terpilih sebagai bupati dulu, kali ini Muda juga akan maju melalui jalur perseorangan.

Muda memilih jalur perseorangan, tetapi belum memilih pasangan yang akan diajaknya maju sebagai wakil bupati. "Sampai saat ini, pilihannya cenderung ke perseorangan. Ada banyak pertimbangan mengenai hal itu," ujar Muda, Kamis (4/4/2013).

Muda ingin maju lagi dalam pilkada mendatang untuk mempercepat reformasi birokrasi dan pembangunan. "Sebagai daerah otonom baru, Kubu Raya membutuhkan percepatan pembangunan. Selama ini, perencanaan pembangunan dengan melibatkan masyarakat mampu mempercepat penyediaan infrastruktur.

Kubu Raya dimekarkan dari Kabupaten Pontianak pada tahun 2006. Muda menggunakan pendekatan partisipatif untuk pembangunan infrastruktur jalan di sekitar permukiman. Pemerintah Kubu Raya menyediakan material jalan, dan masyarakat yang mengerjakan. 


22.55 | 0 komentar | Read More

Jakarta Butuh 1.880 Dokter Primer

Jakarta Butuh 1.880 Dokter Primer

Penulis : Andy Riza Hidayat | Kamis, 4 April 2013 | 12:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah DKI Jakarta membutuhkan 1.880 dokter primer untuk menjangkau 4,7 juta target peserta kartu Jakarta sehat. Setiap dokter primer bertugas melayani kesehatan setiap 2.500 warga. Harapannya keberadaan dokter primer mampu mengurangi lonjakan pasien yang memeriksakan diri ke puskesmas maupun rumah sakit.

"Jadi nanti setiap 2.500 peserta KJS punya dokter pribadi. Dengan demikian, puskesmas akan terkurangi bebannya, rumah sakit juga akan terkurangi. Kami akan fokuskan pelayanan di dokter primer atau dokter keluarga. Makanya kami akan latih mereka bagaimana melakukan prefentif, promotif, dan pelayaan saat peserta sakit," kata Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dien Emawati, Kamis (4/4) di Jakarta.

Mengenai mereka yang akan direkrut menjadi dokter primer, Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia. Mereka yang direkrut tidak terkait dengan senior tidaknya dokter. Adapun prioritas pelayanan dokter primer di pemukiman kumuh seperti Pademangan dan Cilincing.

"Wilayah seperti itu yang akan jadi prioritas kami. Dengan catatan peserta KJS adalah warga miskin dan warga Jakarta," kata Dien.

Pemprov DKI bakal mempekerjakan mereka dalam satu bulan ini. Namun sebelum mereka bekerja, Dinas Kesehatan DKI mengevaluasi terlebih dahulu pelayanan KJS di rumah sakit maupun puskesmas. Baru kemudian dokter primer dipekerjakan setelah infrastruktur pendukungnya siap. "Termasuk soal gaji dokter primer, kami masih membahasnya," kata Dien.


22.55 | 0 komentar | Read More

Caleg Perempuan PDIP Kalbar Lebihi Batas Minimal

Written By bopuluh on Selasa, 02 April 2013 | 22.55

Caleg Perempuan PDIP Kalbar Lebihi Batas Minimal

Penulis : Agustinus Handoko | Rabu, 3 April 2013 | 12:47 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com - Menjelang batas akhir penyerahan daftar calon anggota legislatif ke Komisi Pemilihan Umum, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalimantan Barat tak menghadapi persoalan dalam keterwakilan perempuan. Bahkan, perempuan bakal calon anggota legislatif sudah lebih dari 30 persen.

Demikian diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Kalbar Cornelis, Rabu (3/4/2013). "Keterwakilan perempuan tidak menjadi persoalan karena banyak sekali yang ingin menjadi calon anggota legislatif. Sekarang, saya tinggal menunggu penyelesaian administrasi dari tingkat Kota dan Kabupaten," kata Cornelis yang juga merupakan Gubernur Kalimantan Barat.

Laporan awal yang diperoleh Cornelis dari dewan pimpinan cabang, administrasi calon anggota legislatif akan selesai sebelum batas akhir penyerahan daftar ke Komisi Pemilihan Umum. Tingginya animo kader di Kalbar, kata Cornelis, tak lepas dari kerja politik yang dibangun lebih kuat dalam beberapa tahun terakhir dan setiap saat berada di tengah masyarakat. Apalagi, sudah dua periode terakhir berturut-turut, PDIP berhasil mengantarkan kadernya menduduki jabatan Gubernur Kalbar.


22.55 | 0 komentar | Read More

Penangkapan Terduga Teroris Dikira Kecelakaan Lalulintas

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Penangkapan terduga teroris Fajar Sidiq (29), asal Tasikmalaya oleh Densus Antiteror 88 Polri, Rabu 27 Maret lalu sempat dikira sebagai kecelakaan kendaraan bermotor oleh warga di wilayah Kalangsari, Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Warga pun sempat akan menolong pengendara motor yang terjatuh di pinggir jalan. Saat ditemui di lokasi kejadian Rabu (3/4/2013), salah seorang saksi mata, Azis (30) menuturkan, penangkapan Fajar Sidiq dilakukan beberapa orang yang menggunakan dua kendaraan bermotor tidak berboncengan. Ada pula satu unit mobil jenis Toyota Avanza berplat nomor D.

Saat kejadian, Azis sedang berada di depan kantornya, sebagai salah satu biro jasa pengiriman barang di sekitar Kalangsari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Tiba-tiba, motor yang ditumpangi Fajar terjatuh akibat diseruduk sebuah motor dari belakang.

Setelah mendengar motor terjatuh, ia dan warga sekitar langsung menghampiri dan sempat akan menolong korban yang terjatuh, yang tak lain adalah Fajar. Namun, sekitar empat orang pria berpakaian rapi dan membawa senjata langsung membawa Fajar, bersama motornya ke dalam mobil Avanza.

Warga pun, akhirnya mengurungkan niatnya untuk menolong, karena salah seorang pria mengacungkan senjata sembari membawa Fajar. "Minggir, minggir, diam, diam," kata Azis, menyerukan suara beberapa pria bersenjata yang membawa Fajar, bersama motornya ke dalam mobil.

Azis menambahkan, lokasi penangkapan tepat di pinggir jalan depan kantornya, di depan Dakota Kargo. Ia tak menyangka, Fajar sedang menuju ke kantornya saat tejadi penangkapan. Namun, Azis mengaku mengenal Fajar, sebagai seorang langganan kantornya untuk jasa pengiriman barang produksinya ke luar Jawa.

"Saya gak tahu kalau dia (Fajar) akan ke kantor saya. Lah, soalnya penangkapan itu terjadi di depan kantor saya ini. Saya kira sebelumnya kecelakaan saja atau polisi yang menangkap penjahat. Saya gak tahu kalau yang nangkap Densus 88," terang Azis, sembari menunjukkan lokasi penangkapan.

Diberitakan sebelumnya, keterangan keluarga berbeda dengan keterangan Mabes Polri pada Selasa (2/4/2013) siang. Melalui Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Polisi Boy Rafli Umar, dikabarkan bahwa polisi telah menangkap satu orang lagi anggota jaringan terorisme bernama Fajar Sidiq.

Fajar diketahui sebagai tersangka kasus perampokan toko emas di Tambora, Jakarta. Namun, Boy menyatakan penangkapan Fajar Sidiq, dilakukan di kawasan Simpang Lima, Semarang, Kamis, 28 Maret.

Fajar Sidiq adalah seorang pengusaha kerudung asal Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Dia diciduk anggota Densus 88 di kawasan perkotaan Tasikmalaya, Rabu pekan lalu. Fajar sempat dikira keluarganya telah diculik oleh seseorang, karena tidak pulang selama empat hari ke rumahnya.

Baru pada Senin kemarin, keluarga mendapatkan surat pemberitahuan dari Densus Antiteror 88 Mabes Polri, bahwa Fajar Sidiq telah ditangkap oleh Densus karena diduga sebagai anggota jaringan terorisme. 

Editor :

Glori K. Wadrianto


22.55 | 0 komentar | Read More

PSSI Segera Bahas Calon Pelatih Timnas U-23

Written By bopuluh on Senin, 01 April 2013 | 22.55

JAKARTA, KOMPAS.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan segera membahas perihal masalah pemilihan pelatih tim nasional U-23 yang dipersiapkan untuk Sea Games XVII. Persoalan itu akan dibahas dalam rapat komite ekskutif (Exco) PSSI yang akan digelar setidaknya paling lambat pekan depan.

Satuan Tugas Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) sebelumnya telah memilih Rahmad Darmawan dan Aji Santoso menangani timnas U-23, meski surat pengangkatan keduanya belum diterbitkan. Sementara itu, Badan Tim Nasional (BTN), sebagai pengelola timnas senior dan U-23 mengajukan nama Luis Manuel Blanco sebagai pelatih kepala.

Anggota Exco PSSI, Tonny Apriliani, mengatakan dalam rapat itu nanti pihaknya akan mendengar sejumlah pemaparan mengenai proyeksi dan alasan pengajuan nama Blanco sebagai pelatih timnas U-23. Pasalnya, pelatih asal Argentina itu sebelumnya diproyeksikan BTN untuk melatih timnas senior.

"Kita mau tahu program dia seperti apa. Lalu apakah dia sanggup untuk menangani dua timnas sekaligus. Ini harus dibahas dan secepatnya mesti ada keputusan," ujar Tonny di Jakarta, Selasa (2/4/2013).

Tonny menuturkan, PSSI akan segera membahas persoalan itu karena pelaksanaan Sea Games tinggal beberapa bulan lagi. Namun, ia kembali menegaskan untuk masalah teknis pemilihan pelatih timnas U-23, itu tetap merupakan kewenangan Satlak Prima. "Tetapi, federasi akan tetap dilibatkan. Posisinya kita di sini adalah eksekutor," pungkasnya.


22.55 | 0 komentar | Read More

Kembali Disosialisasikan, Pemberantasan Narkoba via SMS 1717

Kembali Disosialisasikan, Pemberantasan Narkoba via SMS 1717

Penulis : Robertus Belarminus | Selasa, 2 April 2013 | 12:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali mensosialisasikan layanan melalui pesan SMS 1717 terkait tindak pidana narkoba kepada masyarakat. Layanan SMS tersebut berfungsi agar masyarakat yang mengetahui mengenai suatu tindak pidana narkoba di lingkungan sekitarnya bisa langsung melapor ke kepolisian.

"Ini untuk disosialisasikan kepada masyarakat untuk memerangi narkoba. Pagi ini, SMS yang masuk sudah ada tujuh," kata Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Inspektur Jendral Polisi Putut Eko Bayuseno di Mapolda Metro Jaya, Selasa (2/4/2013).

Putut mengatakan, SMS dari masyarakat tentang suatu tindak pidana narkoba akan masuk di Narcotic Investigation Center (NIC) yang berada di Polda Metro Jaya. Masyarakat, KATAnya, cukup mengirim SMS dengan cara mengetik, Narkoba beritanya (laporan), dan mengirim ke 1717. Setelah SMS masuk di NIC, pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut.

"Kasus narkoba sekecil apapun silahkan masyarakat melaporkan, nanti akan ditindaklanjuti di lapangan. (Jadi) ini sangat penting sekali baik itu jumlah (narkobanya) kecil maupun besar," ujar Putut.

Menanggapi dua insiden kecelakaan Porche bernomor polisi B 88 DAN, dan juga Toyota Camry bernomor polisi B 1596 KV yang masing-masing ditemukan narkoba di dalamnya, Putut mengatakan, pihaknya akan tetap melakukan razia terhadap pengguna kendaraan.

"Kami sedang dan akan terus lakukan operasi gabungan terhadap narkoba. Dari Ditlantas, Ditnarkoba, dan Reserse Umum untuk mencegah kejadian seperti yang kemarin-kemarin itu," kata Putut.

Putut mengatakan, razia juga akan dilakukan di tempat hiburan malam. Menurut dia, sejak awal kepolisian sudah melakukan razia di tempat-tempat hiburan malam untuk mencegah peredaran narkoba.

Editor :

Hertanto Soebijoto


22.55 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger