Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Bepe Beri Wejangan kepada Peserta Liga KG

Written By bopuluh on Sabtu, 05 Januari 2013 | 21.55

JAKARTA, KOMPAS.com - Pesepak bola Indonesia, Bambang Pamungkas, menyambut baik digelarnya kompetisi sepak bola yunior Liga Kompas Gramedia (LKG) U-14 musim 2013. Menurut Bepe (sapaan Bambang), usia muda adalah usia yang paling bagus untuk memulai karier sebagai pemain sepak bola profesional.

"Aku setuju peletakan pondasi pemain sepak bola sedini mungkin. Hal itu penting, karena anak-anak bisa paham bagaimana bermain sepak bola yang baik dan benar," ungkap Bepe yang hadir pada pembukaan LKG U-14 2013 sebagai brand ambassador di Lapangan C Senayan Jakarta, Minggu (6/1/2013).

"Sebenarnya, usia mulai belajar bermain sepak bola tak berpengaruh untuk menjadi pemain profesional. Ferry Rotinsulu, contohnya. Aku tahu dia baru mendalami sepak bola saat duduk di bangku SMA. Tapi, lihat sekarang, dia bisa menunjukkan jika mampu berprestasi," ucap Bepe.

"Tapi, hal seperti itu jarang terjadi. Mungkin perbandingannya satu banding seribu. Memang yang paling penting itu melakukan pembinaan sejak usia dini," lanjutnya.

"Sejak bermain sepak bola, aku menilai, ada dua kategori pemain sepak bola. Pertama, ada pemain yang bagus karena bakat. Kedua, ada pemain sepak bola yang bagus karena berlatih dengan tekun," pungkasnya.


21.55 | 0 komentar | Read More

Sekar Puri, Komunitas Ibu-ibu Muda Menari

KOMPAS.com - Sekelompok putri rindu pada wajah budaya Ibu Pertiwi. Mereka lalu belajar menari dengan menghimpun diri dalam Sekar Puri. "Sekar" adalah bunga dan "puri" itu istana. Dan, menarilah "bunga-bunga" puri itu....

Gamelan mengalun lembut di rumah keluarga Bustanil Arifin yang teduh di bilangan Jalan Hang Tuah, Jakarta Selatan. Irama gamelan yang ayem tentrem itu mengiringi putri-putri belajar menari. Mereka adalah para putri dari perkumpulan Sekar Puri, bunga-bunga puri.

"Bunga-bunga" itu adalah Gendis Siti Hatmanti Wicaksono, Nasta Soetardjo, Mulan Kwik, Sarah Arifin, Kristry Syarfuan Ismoyo, Ita Arifin, Putri Hehuwat, Dilah Sasri Indra, Tantri Ramly, Silria Sari Daradjatun, dan Sita Satar. Salah seorang anggota, Alphadian Parahita tidak hadir. Usia mereka antara 25 sampai 30-an tahun. Ada pula yang lebih senior dari itu. Mereka mengenakan kain batik, dan pada pinggang mereka terikat sampur warna warni.

Sekar Puri dibentuk sebagai perkumpulan untuk berlatih tari. Mereka berawal dari Sarah, Mulan, Ita, Gendis, dan Tantri lalu dengan komunikasi gethok tular alias ajak mengajak, berkembanglah menjadi seperti sekarang. Mereka mulai pentas tari bedayan Kusuma Aji di Yogyakarta dilatih oleh Dewi Sulastri.

Nama Sekar Puri itu sumbangan KRMH Djatmiko dari Mangkunegaran. Seminggu sekali, seperti pada Jumat (14/12/2012) siang itu, anggota Sekar Puri berkumpul di rumah keluarga Bustanil Arifin. Mereka belajar di bawah instruktur tari yang mereka sapa Mbak Nuk. Dengan tekun mereka mengikuti arahan Mbak Nuk. "Satu, dua, ngithing, ngrayung, ngithing, ngrayung..."

Mereka tengah melatih posisi jari ngithing di mana ujung ibu jari bertemu dengan ujung jari tengah. Adapun ngrayung adalah posisi keempat jari tangan rapat lurus ke atas, ibu jari ditekuk menempel telapak tangan. Mereka juga berlatih mendhak, posisi berdiri dengan kedua lutut di tekuk menghadap keluar.

Saat jeda latihan para putri itu kehausan. "Aduh aku sudah basah banget...," kata Sita Satar yang tubuhnya berkeringat setelah menari.

"Menari ini saya anggap olahraga, kayak pilates," kata Sita, yang sehari-hari aktif sebagai pengurus Yayasan Jantung Indonesia. Sita, putri antropolog Prof Koentjaraningrat (alm), termasuk senior dalam Sekar Puri.

"Susah tapi menyenangkan. Kayak yoga, gerakannya tenaang..." kata Mulan Kwik, putri ekonom Kwik Kian Gie.

Melatih "roso"
Kemampuan menari Jawa dari Sekar Puri pernah dijajal dalam pentas wayang orang Srikandi Ngedan di Gedung Kesenian Jakarta pada 29 November lalu. Mereka tampil bersama para senior dalam Yayasan Mitra Bharata (YMB) dan Sekar Budaya Nusantara yang bekerja sama dengan Wayang Orang Bharata. Itu mengapa dalam latihan ikut hadir Yani Arifin dan Enny Sukamto, senior mereka yang aktif di YMB.

Sebagian anggota Sekar Puri ada yang baru pertama kali belajar menari Jawa. Ada pula yang mempunyai dasar tari Bali atau tari modern. Ada pula yang telah berpengalaman di pentas pertunjukan, seperti misalnya Ita Arifin, yang pernah pentas bersama Swara Mahardhika Guruh Soekarno. Ada yang sejak kecil telah berlatih menari seperti Sasri dan Gendis.

"Waktu eyang ulang tahun, saya dan kawan-kawan pernah menari di depan beliau di Taman Mini," kata Gendis yang adalah cucu dari mantan Presiden RI Soeharto (alm).

Sarah Arifin, sama sekali tak kenal tari Jawa sebelumnya. Perempuan berdarah Aceh-Padang ini tertarik menari karena ajakan ibu mertuanya, Yani Arifin, yang aktif di Yayasan Mitra Baratha. Putri Diah Astari Hehuwat juga belum mengenal tari Jawa sebelumnya. Ia berlatih dan kemudian diajak sang mertua, yakni Enny Sukamto, untuk pentas Roro Mendut dan Srikandi Ngedan.

"Mereka harus banyak berlatih biar ada roso kalau mereka menari di pentas," kata Enny Sukamto. Roso adalah semacam jiwa, atau greget yang perlu dimiliki penari saat menari.

Roso, penghayatan, penjiwaan, yang menyangkut kepekaan jiwa. Mereka mengakui itu sebagai bagian yang tersulit. Teknik bisa dilatih, tapi roso harus diasah. "Kesulitan saya rasakan ada pada penjiwaan dalam menari Jawa yang tidak dapat dipelajari secara instan," kata Putri Hehuwat, desainer grafis yang mempunyai basis balet.

Sebagian besar dari Sekar Puri adalah ibu-ibu. Sebagai ibu, mereka juga ingin menularkan kecintaan pada budaya itu ke anak-anak mereka. Bukan hanya tari. "Saya akan mengajarkan tatakrama, bahasa Jawa dan berpakaian Jawa kepada putri saya. Kalau sudah tertanam kesadaran itu, maka untuk mencintai budaya Jawa dan budaya Indonesia akan sangat gampang bagi putri saya," kata Nasta Sutardjo, penyelenggara acara (event organizer).

Enggak lagi "western"
Kesadaran akan kayanya ranah budaya Tanah Air muncul dari para putri itu justru ketika mereka tinggal di luar negeri. Tantri Ramly, putri mantan Dubes RI di Amerika Serikat AR Ramly itu, misalnya, mendalami tarian Jawa justru terjadi setelah ia kenyang bertumbuh dalam kultur Barat.

Tantri pindah ke Amerika Serikat sejak kelas III SD, ketika ayahnya menjadi Duta Besar RI untuk AS. Ia menamatkan SMP di AS, bersekolah SMA di Jakarta, lalu kembali lagi ke AS untuk kuliah. Pulang ke Indonesia setelah dewasa, ia mendapati nuansa yang meresahkan. "Orang Indonesia sekarang kok banyak yang kebarat-baratan," ujar ibu muda ini.

Di AS, Tantri pernah belajar balet. Ia membayangkan paduan tradisi dan seni kontemporer akan sangat memikat. Namun, untuk bisa membuat paduan itu, kata Tantri, ada syarat penting. "Harus kenal dan kuat dulu dasar budayanya," kata Tantri.

Dilah Sasri Indra, cucu mantan KSAU Omar Dhani (alm), pernah dihadapkan pada situasi serupa. Ketika ia kuliah desain tekstil di Tama Art University Tokyo, Jepang, ia perlu mengenal lebih dahulu budaya bangsanya sendiri. Kebetulan Sasri sejak kecil sudah belajar menari Bali. Selain itu, ia juga memperdalam batik. Cukup lama di Jepang, dan pulang ke Indonesia tahun ini, Sasri menjadi semakin mencintai budaya negeri sendiri.

"Memang aku suka banget sama budayanya, kesenian, tarian, bahasa, alamnya, dan yang pasti kerajinan tekstilnya yang berbeda di tiap daerah. Aku ingin sekali belajar ke daerah-daerah supaya jadi inspirasi baru untuk aku," kata Sasri yang November lalu sempat menampilkan karyanya di Jakarta Fashion Week.

Rupanya pengalaman serupa itu juga dialami seniornya yaitu Yani Arifin. Yani yang kuliah bisnis di Peperdine University, California, AS, sempat mendalami sejarah kebudayaan Barat. Ia sering datang ke museum seni. "Pulang ke sini (Indonesia), saya bisa lebih menghargai budaya sendiri. Lho... ternyata kita punya budaya yang lebih bagus dan lebih kaya," kata Yani.

"Sekarang kalau kondangan anak-anak muda ini pakai kain, enggak lagi pakai rok. Mau acara resmi atau kasual, kain tetap bisa dipakai. Enggak western," ujar Yani Arifin yang gembira melihat generasi anak-anaknya belajar menari Jawa.

"Waktu seusia mereka, saya masih ke disko, ha-ha..." kata Yani.

Berkumpul untuk belajar tari mereka akui baru merupakan langkah kecil untuk merawat budaya.

"Masih banyak perjalanan yang harus kita lakukan untuk memperkenalkan bahwa Indonesia sebegitu kayanya dengan budaya," kata Gendis.

(Nur Hidayati/Frans Sartono)

Sumber: Kompas Cetak

Editor :

Dini


21.55 | 0 komentar | Read More

KOMPAS.com

Written By bopuluh on Jumat, 04 Januari 2013 | 21.55

KOMPAS.comKOMPAS.comSolusi untuk Bau Mulut yang Tak Sembuh-sembuhRasyid Rajasa Tak Bisa Lepas dari Jerat HukumMenikmati Rumah Idaman Para BujanganDi BEI, Kompas TV Buka Studio MiniWajah Tak Lagi Bandel dengan Make UpAnak Lulus SMP, Rina Dicoret dari Penerima PKHPolisi Tetapkan Putra Hatta Rajasa TersangkaSony Hentikan Produksi PlayStation 2Pantai Gading Umumkan Hari Berkabung NasionalPemasaran Rumput Laut DiperluasBMW Rasyid Rajasa Diselimuti Plastik Abu-abuIsrael Lancarkan Latihan Perang-Maya bagi PemudaKontes Kecantikan, Peluang Perempuan Muda Unjuk DiriHMI Kecam Tindakan Kekerasan terhadap WartawanLG Beberkan TV Pintar Google Buatannya


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Wed , 02 Jan 2013 11:20:05 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://health.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11254839/Solusi.untuk.Bau.Mulut.yang.Tak.Sembuh.sembuh Wed , 02 Jan 2013 11:25:48 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/07/18/2232526t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dok, saya merasakan halitosis yang sangat menyiksa. Saya sudah berusaha keras untuk menghilangkannya, namun usaha itu tidak bertahan lama dok. <a href="http://health.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11254839/Solusi.untuk.Bau.Mulut.yang.Tak.Sembuh.sembuh">[...]</a> http://health.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11254839/Solusi.untuk.Bau.Mulut.yang.Tak.Sembuhsembuh http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11254355/Rasyid.Rajasa.Tak.Bisa.Lepas.dari.Jerat.Hukum Wed , 02 Jan 2013 11:25:43 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/01/1808203-rasyid-amrullah-rajasa-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa, M Rasyid Amrullah Rajasa 22, tidak dapat lepas dari jeratan hukum. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11254355/Rasyid.Rajasa.Tak.Bisa.Lepas.dari.Jerat.Hukum">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11254355/Rasyid.Rajasa.Tak.Bisa.Lepas.dari.Jerat.Hukum http://properti.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11211718/Menikmati.Rumah.Idaman.Para.Bujangan Wed , 02 Jan 2013 11:21:17 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/02/1117156-rumah-idaman-lajang-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pada kenyataannya, rumah, kontrakan, kos, atau apartemen para bujangan mungkin berdesain minimalis, namun masih jauh dari ideal. <a href="http://properti.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11211718/Menikmati.Rumah.Idaman.Para.Bujangan">[...]</a> http://properti.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11211718/Menikmati.Rumah.Idaman.Para.Bujangan http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11194023/Di.BEI..Kompas.TV.Buka.Studio.Mini. Wed , 02 Jan 2013 11:19:40 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/02/1026278-kompas-bursa-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kompas TV membuka studio mini di Bursa Efek Indonesia BEI untuk memberikan update informasi mengenai perdagangan saham di tanah air. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11194023/Di.BEI..Kompas.TV.Buka.Studio.Mini.">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11194023/Di.BEI..Kompas.TV.Buka.Studio.Mini. http://female.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11174851/Wajah.Tak.Lagi.Bandel.dengan.Make.Up Wed , 02 Jan 2013 11:17:48 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/24/0842175t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Biasanya wajah tak masalah dengan make up apa pun tapi belakangan kok muncul bintik merah juga jerawat ya <a href="http://female.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11174851/Wajah.Tak.Lagi.Bandel.dengan.Make.Up">[...]</a> http://female.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11174851/Wajah.Tak.Lagi.Bandel.dengan.Make.Up http://regional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11115359/Anak.Lulus.SMP..Rina.Dicoret.dari.Penerima.PKH Wed , 02 Jan 2013 11:11:53 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/30/1326159t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Rina, salah satu keluarga sangat miskin dari Desa Balungwatun, Kabupaten Lamongan, dicoret dari daftar penerima Program Keluarga Harapan PKH. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11115359/Anak.Lulus.SMP..Rina.Dicoret.dari.Penerima.PKH">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11115359/Anak.Lulus.SMP..Rina.Dicoret.dari.Penerima.PKH http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11113689/Polisi.Tetapkan.Putra.Hatta.Rajasa.Tersangka Wed , 02 Jan 2013 11:11:36 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/01/1842303-rasyid-hatta-rajasa-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Muhammad Rasyid Amrullah 20, putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Rabu 2/1/2013 pukul 11.00 WIB, secara resmi ditetapkan sebagai tersangka. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11113689/Polisi.Tetapkan.Putra.Hatta.Rajasa.Tersangka">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11113689/Polisi.Tetapkan.Putra.Hatta.Rajasa.Tersangka http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11091246/Sony.Hentikan.Produksi.PlayStation.2 Wed , 02 Jan 2013 11:09:12 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/02/1104184t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sony menghentikan produksi jaringan permainan video terlaris terlaris PlayStation 2 atau PS2 di Jepang. <a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11091246/Sony.Hentikan.Produksi.PlayStation.2">[...]</a> http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11091246/Sony.Hentikan.Produksi.PlayStation.2 http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/1103474/Pantai.Gading.Umumkan.Hari.Berkabung.Nasional Wed , 02 Jan 2013 11:03:47 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/02/0521508-tahun-baru-pantai-gading-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pemerintah Pantai Gading mengumumkan tiga hari berkabung nasional menyusul insiden kematian 61 orang saat perayaan tahun baru di Abidjan. <a href="http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/1103474/Pantai.Gading.Umumkan.Hari.Berkabung.Nasional">[...]</a> http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/1103474/Pantai.Gading.Umumkan.Hari.Berkabung.Nasional http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10572973/Pemasaran.Rumput.Laut.Diperluas Wed , 02 Jan 2013 10:57:29 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/04/23/1733118t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Asosiasi Rumput Laut Indonesia menggandeng Kelompok Tani Rumput Laut Bali untuk mengembangkan pemasaran rumput laut yang lebih luas. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10572973/Pemasaran.Rumput.Laut.Diperluas">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10572973/Pemasaran.Rumput.Laut.Diperluas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10533531/BMW.Rasyid.Rajasa.Diselimuti.Plastik.Abu.abu Wed , 02 Jan 2013 10:53:35 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/02/0922411-bmw-dan-luxio-maut-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dua mobil yang terlibat kecelakaan maut di tol Jagorawi, BMW X5 i B 272 HR dan Daihatsu Luxio F 1622 CY, Rabu 2/1/2013, berada di Polda Metro. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10533531/BMW.Rasyid.Rajasa.Diselimuti.Plastik.Abu.abu">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10533531/BMW.Rasyid.Rajasa.Diselimuti.Plastik.Abuabu http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10532754/Israel.Lancarkan.Latihan.Perang.Maya.bagi.Pemuda Wed , 02 Jan 2013 10:53:27 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/08/09/0529188t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Israel, Senin, meresmikan program nasional untuk melatih kaum muda berusia 16 dan 18 tahun bagi perang maya di masa depan. <a href="http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10532754/Israel.Lancarkan.Latihan.Perang.Maya.bagi.Pemuda">[...]</a> http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10532754/Israel.Lancarkan.Latihan.PerangMaya.bagi.Pemuda http://female.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10532493/Kontes.Kecantikan..Peluang.Perempuan.Muda.Unjuk.Diri Wed , 02 Jan 2013 10:53:24 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/06/13/1138214t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90"> <a href="http://female.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10532493/Kontes.Kecantikan..Peluang.Perempuan.Muda.Unjuk.Diri">[...]</a> http://female.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10532493/Kontes.Kecantikan..Peluang.Perempuan.Muda.Unjuk.Diri http://regional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10512637/HMI.Kecam.Tindakan.Kekerasan.terhadap.Wartawan Wed , 02 Jan 2013 10:51:26 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/17/1303154t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Himpunan Mahasiswa Islam HMI mengecam tindakan kekerasan oleh oknum tentara dari Satuan Detasemen Kavaleri Kodam XVI/Pattimura. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10512637/HMI.Kecam.Tindakan.Kekerasan.terhadap.Wartawan">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10512637/HMI.Kecam.Tindakan.Kekerasan.terhadap.Wartawan http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10473293/LG.Beberkan.TV.Pintar.Google.Buatannya Wed , 02 Jan 2013 10:47:32 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/29/0130225t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Tak sabar menunggu CES 2013, LG sudah lebih dulu membeberkan informasi soal televisi pintar dari Google. <a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10473293/LG.Beberkan.TV.Pintar.Google.Buatannya">[...]</a> http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10473293/LG.Beberkan.TV.Pintar.Google.Buatannya

KOMPAS.comKOMPAS.comSolusi untuk Bau Mulut yang Tak Sembuh-sembuhRasyid Rajasa Tak Bisa Lepas dari Jerat HukumMenikmati Rumah Idaman Para BujanganDi BEI, Kompas TV Buka Studio MiniWajah Tak Lagi Bandel dengan Make UpAnak Lulus SMP, Rina Dicoret dari Penerima PKHPolisi Tetapkan Putra Hatta Rajasa TersangkaSony Hentikan Produksi PlayStation 2Pantai Gading Umumkan Hari Berkabung NasionalPemasaran Rumput Laut DiperluasBMW Rasyid Rajasa Diselimuti Plastik Abu-abuIsrael Lancarkan Latihan Perang-Maya bagi PemudaKontes Kecantikan, Peluang Perempuan Muda Unjuk DiriHMI Kecam Tindakan Kekerasan terhadap WartawanLG Beberkan TV Pintar Google Buatannya


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Wed , 02 Jan 2013 11:20:05 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://health.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11254839/Solusi.untuk.Bau.Mulut.yang.Tak.Sembuh.sembuh Wed , 02 Jan 2013 11:25:48 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/07/18/2232526t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dok, saya merasakan halitosis yang sangat menyiksa. Saya sudah berusaha keras untuk menghilangkannya, namun usaha itu tidak bertahan lama dok. <a href="http://health.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11254839/Solusi.untuk.Bau.Mulut.yang.Tak.Sembuh.sembuh">[...]</a> http://health.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11254839/Solusi.untuk.Bau.Mulut.yang.Tak.Sembuhsembuh http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11254355/Rasyid.Rajasa.Tak.Bisa.Lepas.dari.Jerat.Hukum Wed , 02 Jan 2013 11:25:43 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/01/1808203-rasyid-amrullah-rajasa-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa, M Rasyid Amrullah Rajasa 22, tidak dapat lepas dari jeratan hukum. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11254355/Rasyid.Rajasa.Tak.Bisa.Lepas.dari.Jerat.Hukum">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11254355/Rasyid.Rajasa.Tak.Bisa.Lepas.dari.Jerat.Hukum http://properti.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11211718/Menikmati.Rumah.Idaman.Para.Bujangan Wed , 02 Jan 2013 11:21:17 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/02/1117156-rumah-idaman-lajang-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pada kenyataannya, rumah, kontrakan, kos, atau apartemen para bujangan mungkin berdesain minimalis, namun masih jauh dari ideal. <a href="http://properti.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11211718/Menikmati.Rumah.Idaman.Para.Bujangan">[...]</a> http://properti.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11211718/Menikmati.Rumah.Idaman.Para.Bujangan http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11194023/Di.BEI..Kompas.TV.Buka.Studio.Mini. Wed , 02 Jan 2013 11:19:40 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/02/1026278-kompas-bursa-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kompas TV membuka studio mini di Bursa Efek Indonesia BEI untuk memberikan update informasi mengenai perdagangan saham di tanah air. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11194023/Di.BEI..Kompas.TV.Buka.Studio.Mini.">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11194023/Di.BEI..Kompas.TV.Buka.Studio.Mini. http://female.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11174851/Wajah.Tak.Lagi.Bandel.dengan.Make.Up Wed , 02 Jan 2013 11:17:48 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/24/0842175t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Biasanya wajah tak masalah dengan make up apa pun tapi belakangan kok muncul bintik merah juga jerawat ya <a href="http://female.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11174851/Wajah.Tak.Lagi.Bandel.dengan.Make.Up">[...]</a> http://female.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11174851/Wajah.Tak.Lagi.Bandel.dengan.Make.Up http://regional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11115359/Anak.Lulus.SMP..Rina.Dicoret.dari.Penerima.PKH Wed , 02 Jan 2013 11:11:53 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/30/1326159t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Rina, salah satu keluarga sangat miskin dari Desa Balungwatun, Kabupaten Lamongan, dicoret dari daftar penerima Program Keluarga Harapan PKH. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11115359/Anak.Lulus.SMP..Rina.Dicoret.dari.Penerima.PKH">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11115359/Anak.Lulus.SMP..Rina.Dicoret.dari.Penerima.PKH http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11113689/Polisi.Tetapkan.Putra.Hatta.Rajasa.Tersangka Wed , 02 Jan 2013 11:11:36 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/01/1842303-rasyid-hatta-rajasa-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Muhammad Rasyid Amrullah 20, putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Rabu 2/1/2013 pukul 11.00 WIB, secara resmi ditetapkan sebagai tersangka. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11113689/Polisi.Tetapkan.Putra.Hatta.Rajasa.Tersangka">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11113689/Polisi.Tetapkan.Putra.Hatta.Rajasa.Tersangka http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11091246/Sony.Hentikan.Produksi.PlayStation.2 Wed , 02 Jan 2013 11:09:12 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/02/1104184t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sony menghentikan produksi jaringan permainan video terlaris terlaris PlayStation 2 atau PS2 di Jepang. <a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11091246/Sony.Hentikan.Produksi.PlayStation.2">[...]</a> http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/01/02/11091246/Sony.Hentikan.Produksi.PlayStation.2 http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/1103474/Pantai.Gading.Umumkan.Hari.Berkabung.Nasional Wed , 02 Jan 2013 11:03:47 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/02/0521508-tahun-baru-pantai-gading-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pemerintah Pantai Gading mengumumkan tiga hari berkabung nasional menyusul insiden kematian 61 orang saat perayaan tahun baru di Abidjan. <a href="http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/1103474/Pantai.Gading.Umumkan.Hari.Berkabung.Nasional">[...]</a> http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/1103474/Pantai.Gading.Umumkan.Hari.Berkabung.Nasional http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10572973/Pemasaran.Rumput.Laut.Diperluas Wed , 02 Jan 2013 10:57:29 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/04/23/1733118t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Asosiasi Rumput Laut Indonesia menggandeng Kelompok Tani Rumput Laut Bali untuk mengembangkan pemasaran rumput laut yang lebih luas. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10572973/Pemasaran.Rumput.Laut.Diperluas">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10572973/Pemasaran.Rumput.Laut.Diperluas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10533531/BMW.Rasyid.Rajasa.Diselimuti.Plastik.Abu.abu Wed , 02 Jan 2013 10:53:35 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/02/0922411-bmw-dan-luxio-maut-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dua mobil yang terlibat kecelakaan maut di tol Jagorawi, BMW X5 i B 272 HR dan Daihatsu Luxio F 1622 CY, Rabu 2/1/2013, berada di Polda Metro. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10533531/BMW.Rasyid.Rajasa.Diselimuti.Plastik.Abu.abu">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10533531/BMW.Rasyid.Rajasa.Diselimuti.Plastik.Abuabu http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10532754/Israel.Lancarkan.Latihan.Perang.Maya.bagi.Pemuda Wed , 02 Jan 2013 10:53:27 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/08/09/0529188t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Israel, Senin, meresmikan program nasional untuk melatih kaum muda berusia 16 dan 18 tahun bagi perang maya di masa depan. <a href="http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10532754/Israel.Lancarkan.Latihan.Perang.Maya.bagi.Pemuda">[...]</a> http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10532754/Israel.Lancarkan.Latihan.PerangMaya.bagi.Pemuda http://female.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10532493/Kontes.Kecantikan..Peluang.Perempuan.Muda.Unjuk.Diri Wed , 02 Jan 2013 10:53:24 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/06/13/1138214t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90"> <a href="http://female.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10532493/Kontes.Kecantikan..Peluang.Perempuan.Muda.Unjuk.Diri">[...]</a> http://female.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10532493/Kontes.Kecantikan..Peluang.Perempuan.Muda.Unjuk.Diri http://regional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10512637/HMI.Kecam.Tindakan.Kekerasan.terhadap.Wartawan Wed , 02 Jan 2013 10:51:26 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/17/1303154t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Himpunan Mahasiswa Islam HMI mengecam tindakan kekerasan oleh oknum tentara dari Satuan Detasemen Kavaleri Kodam XVI/Pattimura. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10512637/HMI.Kecam.Tindakan.Kekerasan.terhadap.Wartawan">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10512637/HMI.Kecam.Tindakan.Kekerasan.terhadap.Wartawan http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10473293/LG.Beberkan.TV.Pintar.Google.Buatannya Wed , 02 Jan 2013 10:47:32 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/29/0130225t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Tak sabar menunggu CES 2013, LG sudah lebih dulu membeberkan informasi soal televisi pintar dari Google. <a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10473293/LG.Beberkan.TV.Pintar.Google.Buatannya">[...]</a> http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/01/02/10473293/LG.Beberkan.TV.Pintar.Google.Buatannya


21.55 | 0 komentar | Read More

Harga Emas Antam Turun Rp 8.000

Written By bopuluh on Kamis, 03 Januari 2013 | 21.55

Harga Emas Antam Turun Rp 8.000

Penulis : Eny Prihtiyani | Jumat, 4 Januari 2013 | 12:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penurunan harga emas di pasar internasional berdampak pada harga emas yang diperdagangkan oleh PT Aneka Tambang.

Pada perdagangan Jumat (4/1/2013), harga emas turun Rp 8.000 menjadi Rp 577.200 untuk emas batangan ukuran 1 gram. Sementara untuk logam mulia ukuran terbesar 250 gram, harga jualnya lebih murah yait u sekitar Rp 538.000 per gram.

Harga pembelian kembali (buyback ) ikut melemah Rp 8.000 menjadi Rp 508.000 per gram untuk emas bersertifikat resmi Antam. Stok logam mulia Antam tersedia untuk semua ukuran mulai dari 1 gram hingga 250 gram.

Di pasar internasional, harga emas untuk pengiriman Februari turun 14,2 dollar AS menjadi 1.674,6 dollar AS per ounce. Harg a pengiriman perak menyusut 28,7 sen menjadi 30,72 dollar AS per ounce. Harga paladium untuk pengiriman Maret juga turun 10,8 dollar AS ke level 697,15 dollar AS per ounce.

Berikut daftar harga emas yang dirilis Antam pukul 08.10 WIB:

Pecahan 1 gram Rp 577.200
Pecahan 5 gram Rp 2.736.500
Pecahan 10 gram Rp 5.432.000
Pecahan 25 gram Rp 13.505.000
Pecahan 50 gram Rp 26.945.000
Pecahan 100 gram Rp 53.840.000
Pecahan 250 gram Rp 134.500.000


21.55 | 0 komentar | Read More

Jokowi Bantah DPRD DKI Ganjal Program Unggulannya

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2013 molor. Karena keterlambatan itu, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mendapat surat teguran dari Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.

Dalam pengesahan menjadi APBD 2013, pihak eksekutif mengajukan program-program unggunlan yang selanjutnya dibahas, ditindaklanjuti, dan disahkan oleh pihak legislatif yakni DPRD DKI. Molornya pengesahan APBD 2013, disebut-sebut karena DPRD DKI sengaja mengganjal program-program unggulan yang diajukan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama

"Oh enggak, terganjal apanya? Enggak sama sekali," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Jumat (4/1/2013).

Pembahasan program-program unggulan dalam RAPBD 2013 tersebut, kata dia, tidak menemui kesulitan sama sekali. Satu permasalahannya hanya permasalahan komunikasi antara eksekutif dan legislatif.

"Penjelasan-penjelasan program yang kurang detail lebih didetailkan kembali. Saya kira kita ini memang sudah saling menyadari bahwa kalau hubungan antara legislatif dan eksekutif itu mitra," ujar Jokowi.

Penjelasan antara eksekutif dan legislatif itu merupakan hal yang biasa dan kerap terjadi dalam pembahasan anggaran terutama pasca pergantian kepemimpinan. Oleh karena itu, Jokowi menampik adanya anggapan saling mengganjal terutama dari pihak legislatif kepada eksekutif.

"Ya, biasa tho ada program yang dikoreksi untuk minta diperjelas dan minta diperbaiki, saya kira tidak ada masalah. Jadi enggak adalah ganjal mengganjal. Menurut saya sangat lancar dan sangat baik kok," tuturnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua memastikan pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI 2013 akan berlangsung pada 28 Januari 2013. Keterlambatan pengesahan APBD ini adalah untuk mengakomodir program-program yang dijalankan oleh Jokowi.

"Ini untuk mengakomodir program dari Gubernur, no problem-lah," kata Inggard.

Menurut Inggard, dalam jangka empat hari mendatang masih dalam tahap pembahasan per komisi. Pihak legislatif, kata dia, juga terus berkoordinasi dengan eksekutif. Sehingga Pemprov DKI Jakarta bisa menggunakan anggaran rutin, untuk kegiatan yang dijalankan pada Januari.

"Eksekutif bisa memakai anggaran rutin sesuai dengan tahun sebelumnya, untuk bulan Januari," katanya.

Editor :

Ana Shofiana Syatiri


21.55 | 0 komentar | Read More

Rasyid Rajasa Tak Bisa Lepas dari Jerat Hukum

Written By bopuluh on Rabu, 02 Januari 2013 | 21.55

JAKARTA, KOMPAS.com — Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia Bambang Widodo Umar mengatakan, putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa, M Rasyid Amrullah Rajasa (22), tidak dapat lepas dari jeratan hukum. Rasyid adalah pengemudi BMW X5 yang terlibat kecelakaan maut di Tol Jagorawi dengan Daihatsu Luxio, Selasa (1/1/2013) pagi kemarin. Akibat peristiwa itu, dua orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka.

Bambang mengatakan, kelalaian pengemudi sehingga menimbulkan korban jiwa adalah delic culpa pidana. Hal ini diperkuat dengan ketentuan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian pengemudi yang menyebabkan orang lain terluka atau meninggal dunia.

"Perkaranya tidak boleh diselesaikan di bawah tangan, tetapi tetap harus diteruskan ke pengadilan. Hal ini juga untuk pembelajaran bagi masyarakat dan pejabat tinggi. Kalau akhirnya damai, ini preseden buruk karena itu membuktikan Indonesia negara kekuasaan," kata Bambang kepada Kompas.com, di Jakarta, Rabu (2/1/2013).

Sementara itu, tanggung jawab keluarga Hatta dengan memberikan bantuan hukum dan upaya damai hanya akan meringankan hukuman. Namun, Rasyid akan tetap diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Independensi polisi pun diuji dalam menangani kasus ini.

"Jika ingin menjaga eksistensinya, Polri harus teliti dan cermat dalam memeriksa TKP. Sebab, dari sana, bisa diketahui kemungkinan penyebab kecelakaan, apakah faktor kendaraan atau pengemudi," ujar Bambang. 

Bambang juga menekankan, olah tempat kejadian harus dilakukan dengan cepat. Sebab, dikhawatirkan akan terjadi kemungkinan berubahnya analisis kecelakaan jika olah TKP dilakukan tidak dengan cepat dan cermat.

"Polisi harus obyektif jika ingin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum," katanya. 

Diberitakan sebelumnya, mobil BMW B 272 HR yang dikendarai Rasyid menabrak mobil Daihatsu Luxio F 1622 CY di ruas Tol Jagorawi, Selasa (1/1/2013) pagi. Akibatnya, dua orang meninggal, yakni Harun (57) dan M Raihan, bayi berumur 14 bulan. Tiga orang korban luka-luka adalah Nung (30) dan Moh Rifan yang dibawa ke RS Polri dan seorang lagi bernama Supriyati (30) yang sempat dibawa ke RS UKI.

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary


21.55 | 0 komentar | Read More

Solusi untuk Bau Mulut yang Tak Sembuh-sembuh

TANYA :

Pagi  Bu dokter, saya seorang guru dok. Saya merasakan halitosis yang sangat menyiksa. Saya sudah berusaha keras untuk menghilangkannya, namun usaha itu tidak bertahan lama dok. Saya merasa ini karena faktor penyakit dari dalam sehingga berulang terus menerus. Di mana saya bisa mendapat konsultasi yang maksimal dok? Apakah ada obat yang tepat untuk saya? Apakah ini ada kaitannya dengan bakteri E.coli yang saya baca dari internet? Tolong kasih saya solusi dok, karena ini sangat berkaitan dengan profesi saya. Saya tidak bisa terpaksa menjaga jarak dengan anak-anak didik saya .

(Mufti, 27 tahun, Tegal)


JAWAB :

Ibu Mufti yang baik,

Bau mulut atau istilah kedokteran giginya adalah halitosis merupakan bau yang timbul akibat proses bakteri di dalam mulut. Komponen utama bakteri yang menyebabkan bau mulut adalah hidrogen sulfida dan merkaptan. Penyebab bau mulut antara lain:  

1.    Adanya penyakit jaringan pendukung gigi
2.    Aliran air ludahnya kurang
3.    Tambalan yang tidak tepat
4.    Kumpulan bakteri yang berlebihan di lidah
5.    Gigi tiruan yang tidak bersih
6.    Sisa makanan yang terdapat di saku gusi
7.    Adanya penyakit sistemik
8.    Konsumsi obat tertentu
9.    Gangguan pencernaan

Apakah salah satu usaha yang telah anda lakukan untuk mencegah bau mulut mencakup hal-hal dibawah ini?

Hal-hal yang anda bisa lakukan untuk mencegah bau mulut adalah:

1.    Melakukan penyikatan gigi dengan teknik yang tepat dan optimal dengan pasta gigi ber-fluor, melakukan penyikatan lidah, serta menggunakan alat bantu benang gigi.

2.    Menggunakan agen antibakteri untuk rongga mulut, yaitu obat kumur klorheksidin (namun tidak boleh digunakan dalam waktu lebih dari 2 minggu berturut-turut).

3.    Merangsang aliran air ludah dengan cara banyak makan buah yang berserat dan sayuran hijau, banyak mengkonsumsi air mineral, atau dapat menggunakan obat kumur baking soda.

4.    Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang manis diantara waktu makan utama, untuk mencegah terjadinya gigi berlubang yang dapat menimbulkan bau mulut.

5.    Rutin melakukan pemeriksaan dan pembersihan karang gigi di Dokter Gigi.

6.    Memperbaiki tambalan gigi yang tidak baik di Dokter Gigi.

7.    Melakukan penambalan gigi pada gigi yang berlubang.

8.    Mengurangi kebiasaan buruk, misalnya merokok.

9.    Jika anda memiliki radang sinus menahun, penyakit gangguan pencernaan, atau diabetes, sebaiknya segera konsultasikan ke Dokter Spesialis yang berkompeten, untuk segera dilakukan perawatan.

Terakhir, anda harus mengurangi makan-makanan yang merangsang timbulnya bau mulut. Jika memang ingin mengkonsumsinya sebaiknya setelah makan makanan yang menimbulkan bau (seperti jengkol dan bawang), anda harus berkumur, menyikat lidah dan menyikat gigi anda, atau dapat mengunyah permen karet xylitol untuk merangsang air ludah.

Pilihan lain anda dapat mengkonsumsi sayuran hijau, wortel, daun mint, roti tawar, atau minum teh hijau. Sehingga bau mulut akibat makanan tersebut dapat berkurang atau hilang.

Anda dapat berkonsultasi ke Dokter Gigi langganan anda mengenai masalah bau mulut ini. Namun jika seluruh upaya dirasa gagal, sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam (dr., Sp.PD). Sampaikan keluhan bau mulut anda dan keluhan lain yang ada di dalam tubuh anda, sehingga Dokter akan memberikan solusi yang tepat.

Demikian Ibu Mufti, semoga bermanfaat.

Salam gigi sehat.


21.55 | 0 komentar | Read More

Rasyid Rajasa Tak Bisa Lepas dari Jerat Hukum

Written By bopuluh on Selasa, 01 Januari 2013 | 21.55

JAKARTA, KOMPAS.com — Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia Bambang Widodo Umar mengatakan, putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa, M Rasyid Amrullah Rajasa (22), tidak dapat lepas dari jeratan hukum. Rasyid adalah pengemudi BMW X5 yang terlibat kecelakaan maut di Tol Jagorawi dengan Daihatsu Luxio, Selasa (1/1/2013) pagi kemarin. Akibat peristiwa itu, dua orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka.

Bambang mengatakan, kelalaian pengemudi sehingga menimbulkan korban jiwa adalah delic culpa pidana. Hal ini diperkuat dengan ketentuan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian pengemudi yang menyebabkan orang lain terluka atau meninggal dunia.

"Perkaranya tidak boleh diselesaikan di bawah tangan, tetapi tetap harus diteruskan ke pengadilan. Hal ini juga untuk pembelajaran bagi masyarakat dan pejabat tinggi. Kalau akhirnya damai, ini preseden buruk karena itu membuktikan Indonesia negara kekuasaan," kata Bambang kepada Kompas.com, di Jakarta, Rabu (2/1/2013).

Sementara itu, tanggung jawab keluarga Hatta dengan memberikan bantuan hukum dan upaya damai hanya akan meringankan hukuman. Namun, Rasyid akan tetap diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Independensi polisi pun diuji dalam menangani kasus ini.

"Jika ingin menjaga eksistensinya, Polri harus teliti dan cermat dalam memeriksa TKP. Sebab, dari sana, bisa diketahui kemungkinan penyebab kecelakaan, apakah faktor kendaraan atau pengemudi," ujar Bambang. 

Bambang juga menekankan, olah tempat kejadian harus dilakukan dengan cepat. Sebab, dikhawatirkan akan terjadi kemungkinan berubahnya analisis kecelakaan jika olah TKP dilakukan tidak dengan cepat dan cermat.

"Polisi harus obyektif jika ingin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum," katanya. 

Diberitakan sebelumnya, mobil BMW B 272 HR yang dikendarai Rasyid menabrak mobil Daihatsu Luxio F 1622 CY di ruas Tol Jagorawi, Selasa (1/1/2013) pagi. Akibatnya, dua orang meninggal, yakni Harun (57) dan M Raihan, bayi berumur 14 bulan. Tiga orang korban luka-luka adalah Nung (30) dan Moh Rifan yang dibawa ke RS Polri dan seorang lagi bernama Supriyati (30) yang sempat dibawa ke RS UKI.

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary


21.55 | 0 komentar | Read More

Solusi untuk Bau Mulut yang Tak Sembuh-sembuh

TANYA :

Pagi  Bu dokter, saya seorang guru dok. Saya merasakan halitosis yang sangat menyiksa. Saya sudah berusaha keras untuk menghilangkannya, namun usaha itu tidak bertahan lama dok. Saya merasa ini karena faktor penyakit dari dalam sehingga berulang terus menerus. Di mana saya bisa mendapat konsultasi yang maksimal dok? Apakah ada obat yang tepat untuk saya? Apakah ini ada kaitannya dengan bakteri E.coli yang saya baca dari internet? Tolong kasih saya solusi dok, karena ini sangat berkaitan dengan profesi saya. Saya tidak bisa terpaksa menjaga jarak dengan anak-anak didik saya .

(Mufti, 27 tahun, Tegal)


JAWAB :

Ibu Mufti yang baik,

Bau mulut atau istilah kedokteran giginya adalah halitosis merupakan bau yang timbul akibat proses bakteri di dalam mulut. Komponen utama bakteri yang menyebabkan bau mulut adalah hidrogen sulfida dan merkaptan. Penyebab bau mulut antara lain:  

1.    Adanya penyakit jaringan pendukung gigi
2.    Aliran air ludahnya kurang
3.    Tambalan yang tidak tepat
4.    Kumpulan bakteri yang berlebihan di lidah
5.    Gigi tiruan yang tidak bersih
6.    Sisa makanan yang terdapat di saku gusi
7.    Adanya penyakit sistemik
8.    Konsumsi obat tertentu
9.    Gangguan pencernaan

Apakah salah satu usaha yang telah anda lakukan untuk mencegah bau mulut mencakup hal-hal dibawah ini?

Hal-hal yang anda bisa lakukan untuk mencegah bau mulut adalah:

1.    Melakukan penyikatan gigi dengan teknik yang tepat dan optimal dengan pasta gigi ber-fluor, melakukan penyikatan lidah, serta menggunakan alat bantu benang gigi.

2.    Menggunakan agen antibakteri untuk rongga mulut, yaitu obat kumur klorheksidin (namun tidak boleh digunakan dalam waktu lebih dari 2 minggu berturut-turut).

3.    Merangsang aliran air ludah dengan cara banyak makan buah yang berserat dan sayuran hijau, banyak mengkonsumsi air mineral, atau dapat menggunakan obat kumur baking soda.

4.    Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang manis diantara waktu makan utama, untuk mencegah terjadinya gigi berlubang yang dapat menimbulkan bau mulut.

5.    Rutin melakukan pemeriksaan dan pembersihan karang gigi di Dokter Gigi.

6.    Memperbaiki tambalan gigi yang tidak baik di Dokter Gigi.

7.    Melakukan penambalan gigi pada gigi yang berlubang.

8.    Mengurangi kebiasaan buruk, misalnya merokok.

9.    Jika anda memiliki radang sinus menahun, penyakit gangguan pencernaan, atau diabetes, sebaiknya segera konsultasikan ke Dokter Spesialis yang berkompeten, untuk segera dilakukan perawatan.

Terakhir, anda harus mengurangi makan-makanan yang merangsang timbulnya bau mulut. Jika memang ingin mengkonsumsinya sebaiknya setelah makan makanan yang menimbulkan bau (seperti jengkol dan bawang), anda harus berkumur, menyikat lidah dan menyikat gigi anda, atau dapat mengunyah permen karet xylitol untuk merangsang air ludah.

Pilihan lain anda dapat mengkonsumsi sayuran hijau, wortel, daun mint, roti tawar, atau minum teh hijau. Sehingga bau mulut akibat makanan tersebut dapat berkurang atau hilang.

Anda dapat berkonsultasi ke Dokter Gigi langganan anda mengenai masalah bau mulut ini. Namun jika seluruh upaya dirasa gagal, sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam (dr., Sp.PD). Sampaikan keluhan bau mulut anda dan keluhan lain yang ada di dalam tubuh anda, sehingga Dokter akan memberikan solusi yang tepat.

Demikian Ibu Mufti, semoga bermanfaat.

Salam gigi sehat.


21.55 | 0 komentar | Read More

Kontributor Kompas.com Sempat Diancam Dibunuh Oknum TNI

Written By bopuluh on Senin, 31 Desember 2012 | 21.55

Dugaan Penganiayaan

Kontributor Kompas.com Sempat Diancam Dibunuh Oknum TNI

Selasa, 1 Januari 2013 | 12:34 WIB

AMBON, KOMPAS.com - Kontributor Kompas.com Rahmat Rahman Patty mengalami tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum TNI, Selasa (1/1/2013) dini hari, saat meliput perayaan malam pergantian tahun. Menurut keterangan Rahman Patty, dalam peristiwa tersebut, kamera yang digunakannya dirampas. Ia juga sempat diancam akan dibunuh.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 00.30 WIT. Saat itu, Rahman tengah meliput perayaan tahun baru di kawasan Jalan Raya Pattimura Kota Ambon. Tiba-tiba, ia dan sejumlah wartawan lainnya melihat belasan anggota Detasemen Kavaleri Kodam 16 Pattimura mengejar seorang yang diduga pelaku pemukulan di kawasan Pattimura Park. Aksi pengejaran ini sempat menimbulkan kepanikan warga yang tengah berkumpul di kawasan tersebut. Rahman dan sejumlah wartawan lainnya mengabadikan peristiwa tersebut. Anggota Denkav yang marah karena peristiwa itu diabadikan wartawan, mengancam dan meminta Rahman menghapus foto-foto sempat diambil.

"Salah seorang di antaranya mengancam akan menghabisi jika tidak menghapus foto tersebut. 'Hei, hapus foto-foto itu kalau tidak saya bunuh kamu'," demikian Rahman, menirukan pernyataan oknum Denkav, seperti dinyatakan dalam pernyataan tertulis Aliansi Jurnalis Independen Ambon, Selasa pagi.

Di bawah ancaman, Rahman akhirnya menghapus foto-foto tersebut. Namun, tindakan kekerasan berupa tendangan di bawah perut masih diterimanya dari salah seorang oknum Denkav. Kamera yang digunakannya untuk meliput pun dirampas dan dibanting. Dugaan tindakan kekerasan ini telah dilaporkan ke Denpom 16 Patimura.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul, saat dihubungi secara terpisah, meminta agar keterangan lebih jauh terkait peristiwa itu dikonfirmasi kepada Dinas Penerangan TNI AD. Namun, ia menyebutkan, pelaku berasal dari Kodam Pattimura.

"Langsung ke Kadispen AD ya. Pelaku dari Kodam Pattimura," kata Iskandar melalui pesan singkat kepada Kompas.com, siang ini.

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary


21.55 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger